Organotin(IV)
merupakan kandidat potensial dalam pengembangan metallodrug karena
fleksibilitas koordinasi struktur serta aktivitas biologisnya, khususnya
sebagai agen antikanker. Efektivitas kompleks organotin sangat dipengaruhi oleh
jenis substituen dan ligan terkoordinasi yang berperan dalam menentukan
kestabilan struktur dan sifat elektroniknya. Dalam penelitian ini, kurkumin
dimodifikasi melalui pembentukan schiff base dengan asam amino arginin
guna meningkatkan kestabilan dan potensi bioaktivitas kompleks organotin,
dengan mempertimbangkan tautomerisasi keto-enol dan diketo. Pendekatan Density
Functional Theory (DFT) digunakan untuk analisa sifat termodinamika
pembentukan kompleks, penentuan bentuk geometri, serta karakterisasi vibrasi
melalui spektroskopi inframerah. Interaksi donor-akseptor dianalisis
menggunakan Natural Bond Orbital (NBO). Sifat elektronik dan reaktivitas
molekul dievaluasi melalui analisis orbital HOMO-LUMO berdasarkan Frontier
Molecular Orbital (FMO), simulasi transisi elektronik menggunakan metode Time-Dependent
DFT (TD-DFT), serta pemetaan Electrostatic Potential (ESP). Hasil
analisis menunjukkan bahwa seluruh kompleks schiff base organotin yang
dikaji memiliki struktur yang stabil, dengan kompleks bertautomer diketo, baik
pada sistem difenil maupun trifenil ditunjukkan memiliki kestabilan tertinggi
dibandingkan bentuk keto-enol, baik pada fase gas maupun fase cair dalam
metanol. Dengan demikian, kestabilan struktur dan sifat elektronik yang
diperoleh dari kajian DFT mengindikasi bahwa kompleks organotin(IV) memiliki
potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai metallodrug.