Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan
mortalitas. Pada pasien pneumonia, candida sering ditemukan pada kultur sputum
dan umumnya merupakan kolonisasi. Status gizi yang buruk dapat menurunkan
respons imun seluler, yang salah satunya tercermin melalui Total Lymphocyte
Count (TLC). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan status gizi
berdasarkan TLC dengan hasil kultur candida positif pada pasien pneumonia rawat
inap. Metode: Penelitian ini merupakan studi cross sectional yang menggunakan data
sekunder rekam medis pasien pneumonia rawat inap di RS Universitas Sebelas
Maret tahun 2024. Status gizi dinilai menggunakan TLC dan Malnutrition
Screening Tool (MST). Kejadian candida ditentukan berdasarkan hasil kultur
sputum. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi square dan
multivariat menggunakan regresi logistik dengan pengendalian usia dan indikator
inflamasi neutrophil to lymphocyte ratio (NLR). Hasil: Sebanyak 66 pasien dianalisis, dengan 32 pasien (48,5%) menunjukkan hasil
kultur candida positif. Analisis bivariat menunjukkan bahwa MST dan TLC tidak
berhubungan signifikan dengan kejadian candida. Namun, analisis regresi logistik
multivariat menunjukkan bahwa status gizi berdasarkan TLC berhubungan
signifikan dengan hasil kultur candida positif setelah dikontrol oleh usia dan NLR
(OR = 3,665; p = 0,034). Simpulan: Status gizi berdasarkan TLC berhubungan signifikan dengan kejadian
kultur Candida positif pada pasien pneumonia setelah mempertimbangkan faktor
usia dan inflamasi. TLC dapat dipertimbangkan sebagai indikator immunonutrition
dalam menilai risiko kolonisasi candida pada pasien pneumonia.