Tanaman palmarosa (Cymbopogon martini) merupakan komoditas minyak
atsiri dengan kandungan utama geraniol. Produktivitas palmarosa di Indonesia
masih tergolong rendah karena keterbatasan keragaman varietas yang tersedia
dan produktivitasnya yang masih dinilai rendah. Peningkatan keragaman dan
produktivitas palmarosa dapat dilakukan dengan aplikasi iradiasi sinar gamma
guna inisiasi terjadinya keragaman dalam pertumbuhan, produktivitas, dan genetik
tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh iradiasi sinar
gamma terhadap keragaman pertumbuhan dan produktivitas minyak atsiri
palmarosa, mengidentifikasi pengaruh iradiasi sinar gamma terhadap keragaman
genetik palmarosa, dan mendapatkan dosis optimal iradiasi sinar gamma untuk
peningkatan keragaman pertumbuhan, produktivitas, dan genetik tanaman
palmarosa.
Penelitian dilakukan pada Juni-September 2025 di Laboratorium Jumantono
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Rancangan penelitian
berupa rancangan eksperimental tanpa ulangan dengan metode single plant.
Variabel yang diamati mencakup variable pertumbuhan, produktivitas, fitokimia,
dan genetik molekuler. Analisis menggunakan analisis deskriptif box plot. Hasil
penelitian menunjukkan iradiasi sinar gamma pada dosis iradiasi 50 Gy dominan
menunjukkan keragaman pada parameter pertumbuhan seperti tinggi tanaman,
jumlah daun, jumlah anakan, dan volume akar. Dosis iradiasi 50 Gy juga
menunjukkan dominasi keragaman pada parameter produktivitas seperti bobot
segar daun, bobot kering total. Dosis iradiasi 100 Gy menunjukkan respons
keragaman pada hasil rendemen minyak. Variabel keragaman genetik
menunjukkan bahwa dosis iradiasi 75 Gy menunjukkan variasi keragaman genetik
yang paling beragam.