Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan profil kemampuan menyusun bukti matematis siswa SMA pada materi
geometri yang ditinjau dari gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field
Dependent (FD). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif
yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Karanganyar. Subjek penelitian terdiri dari
empat siswa kelas XI, meliputi dua siswa bergaya kognitif FI dan dua siswa bergaya
kognitif FD, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan
pada hasil Group Embedded Figures Test (GEFT) dan Tugas 1 Pembuktian.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara berbasis tugas kemudian
data yang didapatkan divalidasi menggunakan triangulasi waktu dengan
membandingan data dari wawancara berbasis tugas 1 dan 2. Analisis data
dilakukan berdasarkan pada empat indikator kemampuan menyusun bukti, yaitu
identifikasi, rencana, koneksi, serta organisasi dan manipulasi. Hasil
penelitian menunjukkan Siswa FI mampu mengidentifikasi premis implisit dan
eksplisit dengan tepat, kemudian merencanakan strategi deduktif yang
sistematis, dapat membangun koneksi logis antar teorema, dan melakukan
manipulasi yang diperlukan untuk mencapai kesimpulan yang diminta serta menyusun
bukti dengan alur logis yang jelas. Sebaliknya siswa FD mengalami kesulitan
dalam menyusun bukti formal akibat ketergantungan kuat pada persepsi visual
global. Pada tahap identifikasi, siswa FD sering menambahkan premis yang salah
berdasarkan tampilan visual gambar pada soal. Perencanaan mereka tidak
terstruktur secara deduktif, melainkan cenderung mencocokkan kondisi visual
dengan hafalan rumus. Koneksi matematika siswa FD tergolong lemah karena gagal
menghubungkan fakta dengan konklusi, dan manipulasi yang dilakukan bersifat
naratif tanpa dasar logika matematika yang valid. Ditemukan perbedaan cara
siswa dengan gaya kognitif FI dan FD dalam menyusun bukti, dimana siswa FI
berpegang pada kebenaran analitik sedangkan siswa FD menyusun bukti tanpa
landasan teoritis yang jelas.