Prasetya Adi Pratama. H0418062. 2025. Faktor yang Memengaruhi
Minat Petani dalam Budidaya Jagung Hibrida Baru di Kecamatan
Sumberlawang Kabupaten Sragen. Dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Suminah, M.Si.
dan Putri Permatasari, S.P., M.Si. Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi
Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.
Jagung merupakan salah satu komoditas pangan utama di Indonesia setelah
beras. Permintaan jagung terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk
dan berkembangnya industri pangan. Salah satu inovasi yang diharapkan mampu
meningkatkan produktivitas adalah penggunaan jagung hibrida baru. Varietas ini
memiliki keunggulan dalam hal hasil panen, ketahanan terhadap penyakit, dan
adaptasi lingkungan. Namun, adopsi jagung hibrida oleh petani di Kecamatan
Sumberlawang masih belum optimal.
Penelitian
ini
bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi minat petani dalam budidaya jagung hibrida baru. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei menggunakan
kuesioner skala Likert. Sampel terdiri dari 98 responden yang dipilih menggunakan
teknik proportional random sampling dari total populasi 3.413 petani. Lokasi
penelitian dilakukan di Desa Ngargotirto dan Ngargosari, Kecamatan
Sumberlawang, Kabupaten Sragen. Data dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas,
uji asumsi klasik, dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen yang digunakan
valid dan reliabel. Analisis regresi membuktikan bahwa secara simultan semua
variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap minat petani. Secara parsial, faktor
yang paling dominan memengaruhi minat petani adalah sifat jagung hibrida baru.
Faktor ekonomi dan sosial juga memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap minat
petani. Sementara itu, karakteristik petani dan faktor lingkungan memberikan
pengaruh yang lebih kecil.
Penelitian ini merekomendasikan peningkatan peran penyuluhan dan
dukungan kebijakan dalam bentuk pelatihan serta subsidi benih jagung hibrida.
Pemerintah daerah perlu memperhatikan akses terhadap benih unggul dan sarana
produksi pertanian. Kelompok tani harus dioptimalkan sebagai agen perubahan
dalam menyebarkan informasi inovatif. Strategi pengembangan jagung hibrida
sebaiknya disusun dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan ekonomi
petani. Dengan demikian, adopsi jagung hibrida dapat berjalan maksimal dan
mendukung ketahanan pangan nasional.
Penelitian ini memberikan kontribusi nyata dalam memahami dinamika
adopsi inovasi pertanian di tingkat petani. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi
pembuat kebijakan, penyuluh pertanian, dan pihak akademisi dalam
mengembangkan strategi berbasis data. Penelitian ini juga memperkuat pentingnya
pendekatan lokal dalam implementasi teknologi pertanian. Untuk penelitian
selanjutnya, disarankan agar pendekatan kualitatif digunakan guna menggali faktor
faktor psikologis dan budaya yang lebih mendalam. Dengan pemahaman yang
komprehensif, pengembangan varietas jagung hibrida dapat lebih diterima dan
diadopsi secara luas.