Aulia Khoerunnisa. K5421019. Pembimbing: Dr. Moh Gamal Rindarjono, M.Si. ANALISIS SPASIAL TEMPORAL KEPADATAN PERMUKIMAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KORIDOR PETANAHAN-GUYANGAN TAHUN 2010-2025. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2026.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) perubahan kepadatan permukiman di Kecamatan Petanahan tahun 2010-2025, (2) kondisi kualitas lingkungan permukiman di Kecamatan Petanahan tahun 2010-2025, (3) hubungan antara kepadatan permukiman dan kualitas lingkungan permukiman di Kecamatan Petanahan tahun 2010-2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan keruangan. Populasi dalam penelitian adalah kawasan permukiman di Kecamatan Petanahan tahun 2010-2025. Teknik pengambilan sampel yang yaitu purposive sampling berdasarkan kepadatan penduduk dengan jumlah sampel sebanyak 3 desa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi,interpretasi citra, dokumentasi dan wawancara tidak terstruktur. Teknik analisis yang digunakan yaitu overlay dan skoring. Analisis temporal digunakan untuk mengetahui perubahan kepadatan permukiman pada tahun 2010-2025, dan analisis scoring untuk menentukan kondisi lingkungan permukiman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pertama kepadatan permukiman di Koridor Petanahan-Guyangan menunjukkan adanya kenaikan. Kawasan permukiman dengan klasifikasi padat pada tahun 2025 berada di wilayah utara yaitu Desa Jatimulyo, sedangkan di wilayah selatan yaitu Desa Karanggadung dan Desa Petanahan didominasi oleh kepadatan sedang. Kedua, kualitas lingkungan permukiman di Koridor Petanahan-Guyangan menunjukkan adanya peningkatan, tahun 2010 memiliki klasifikasi buruk, sedangkan tahun 2017 dan 2025 kualitas lingkungan mulai bervariasi dari sedang hingga sangat baik. Kualitas lingkungan permukiman di Desa Karanggadung tahun 2017 didominasi oleh buruk dan sedang tahun 2025. Desa Petanahan dan Desa Jatimulyo memiliki klasifikasi kualitas lingkungan didominasi oleh kelas baik hingga sangat baik. Ketiga, Hubungan antara kepadatan permukiman dan kualitas lingkungan menunjukkan kecenderungan yang sejalan dari tahun 2010-2025. Namun pada tahun 2017-2025, menunjukkan kecenderungan yang mulai berubah sebagai akibat dari adanya variasi kondisi antarwilayah.