Nurul Huda Utami,
NIM : K4422055, 2026. Situs Makam Sewulan: Sebagai Objek Wisata Religi dan
Dampaknya Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Desa Sewulan. Skripsi.
Surakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Daya tarik dan motif kedatangan pengunjung
di objek wisata religi Situs Makam Sewulan, 2) Upaya pengembangan objek wisata
religi Situs Makam Sewulan dan 3) Dampak eksistensi objek wisata religi Situs
Makam Sewulan terhadap masyarakat sekitar. Penelitian ini berlokasi di Desa
Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.Sejalan
dengan tujuan penelitian tersebut, maka dalam penelitian ini menggunakan metode
deskriptif kualitatif. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling
dan snowball sampling. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara, observasi serta dokumen. Validitas data yang digunakan
adalah triangulasi melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik
analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan pendekatan
studi kasus.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilaksanakan di lapangan, diperoleh kesimpulan : (1) Di Situs Makam Sewulan ini
terdapat makam seorang ulama besar, yang dahulunya merupakan pembabad tanah
Sewulan serta memiliki peranan yang besar dalam menyebarkan agama Islam di
wilayah tersebut, yakni Kyai Ageng Basyariyah. Selain daya tarik berupa bangunan
dan sejarahnya, kegiatan di Situs Makam Sewulan juga menjadi daya tarik
wisatawan sepertiĀ haul Kyai Ageng
Basyariyah, Grebeg Sewulan, Jamasan Pusaka, pengajian dan kegiatan pada hari
besar Islam lainnya. Motif kedatangan pengunjung bervariasi, seperti ingin
mengetahui sejarah serta silsilah Kyai Ageng Basyariyah, untuk mencari barokah
melalui kegiatan ziarah serta mengambil pelajaran dari kisah hidup beliau sebagai
inspirasi. (2) Objek wisata
religi Situs Makam Sewulan dikelola langsung oleh Yayasan Takmir Masjid Al
Basyariyah Sewulan. Dalam pengembangannya, objek wisata religi Situs Makam
Sewulan telah memenuhi prinsip 4A (attraction, accessibility, amenity dan
ancillary), guna menjadi kawasan wisata. (3) Dampak sosial
keberadaan Situs Makam Sewulan antara lain 1) Mengubah status sosial
masyarakat, yang sebelumnya pengangguran menjadi tidak menganggur, 2)
Memberikan peluang usaha bagi masyarakat, yang sebelumnya hanya ibu rumah
tangga, kemudian dapat memiliki penghasilan sendiri, 3) Meningkatkan pendidikan
bagi masyarakat ke jenjang pendidikan tinggi, 4) Memperkuat identitas budaya
dan rasa kebersamaan masyarakat, 5) Menimbulkan rasa bangga karena Situs Makam
Sewulan dikenal masyarakat luas. Adanya objek wisata religi Situs Makam Sewulan
yakni memberikan peluang usaha kepada masyarakat sehingga dapat meningkatkan
pendapatan keluarga mereka secara signifikan. Dengan diperolehnya pendapatan
yang cukup memberikan dampak positif terhadap perubahan ekonomi masyarakat,
sehingga kondisi ekonomi mereka menjadi lebih baik.