Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
Mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model kooperatif tipe Student Team
Achievement Division (STAD) dengan media educaplay untuk meningkatkan hasil
belajar IPAS pada siswa kelas V SD Negeri 2 Tamanwinangun; (2) Meningkatkan
hasil belajar IPAS melalui penerapan penerapan model kooperatif tipe Student
Team Achievement Division (STAD) dengan media educaplay pada siswa kelas V SD
Negeri 2 Tamanwinangun; dan (3) Mendeskripsikan kendala dan solusi pada
penerapan model kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dengan
media educaplay untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada siswa kelas V SD
Negeri 2 Tamanwinangun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas
kolaboratif dengan subjek guru dan siswa kelas V SD Negeri 2 Tamanwinangun
berjumlah 16 siswa terdiri dari 5 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Data
yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data
menggunakan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan
triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan melalui reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
(1) langkah-langkah Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan
media educaplay melalui enam langkah, yaitu: (a) presentasi kelas dengan media educaplay,
(b) membentuk kelompok kecil, (c) belajar dalam tim menggunakan media
educaplay, (d) pemberian kuis dengan media educaplay, (e) penskoran kemajuan
individu, dan (f) penghargaan tim. (2) Penerapan model kooperatif tipe STAD
dengan media educaplay terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini
terlihat dari peningkatan persentase ketuntasan pada setiap siklus yaitu,
sebesar 72,81% pada siklus I, meningkat menjadi 81,25% pada siklus II, dan
kembali mengalami kenaikan hingga mencapai 87,50% pada siklus III. (3) Kendala
yang dihadapi, yaitu: (a) guru kesulitan membentuk kelompok kecil; (b) guru
belum maksimal memantau dan membimbing kelompok sehingga sebagian siswa kurang
aktif dan bergantung pada teman satu tim; (c) arahan penskoran kemajuan individu
belum jelas sehingga menimbulkan kegaduhan. Solusi yang dilakukan yaitu: (a)
guru lebih teliti membentuk kelompok sesuai karakteristik siswa; (b) guru lebih
aktif menghampiri dan membimbing setiap kelompok; (c) guru mengondisikan kelas
dan mengingatkan siswa menjaga ketertiban saat penghitungan skor berlangsung.
Kesimpulan penelitisn ini yaitu penerapan model Student Team Achievement
Division (STAD) dengan media educaplay dapat meningkatkan hasil belajar IPAS
pada Siswa Kelas V SD Negeri 2 Tamanwinangun.