Domba Ekor Tipis (DET) merupakan salah satu
jenis domba lokal yang banyak ditemukan di Indonesia, terutama di daerah
Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatra Utara. Domba ini memiliki ciri
khas berupa ukuran tubuh yang relatif kecil dengan bobot berkisar antara 30–50
kg untuk jantan dan 15–35 kg untuk betina, dan warna rambut beragam, Usaha penggemukan domba menjadi pilihan menarik
bagi peternak karena proses pemeliharaannya yang sederhana, periode penggemukan
yang singkat, dan potensi keuntungan yang cukup tinggi. Tugas akhir ini
bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pemeliharaan serta menganalisis
kelayakan usaha penggemukan domba ekor tipis di Cempaka Farm, Kabupaten
Karanganyar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara,
dan dokumentasi sebagai data primer, serta studi pustaka sebagai data sekunder.
Tugas akhir ini menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan yang diterapkan adalah
sistem intensif menggunakan kandang panggung tipe koloni. Pakan yang diberikan
terdiri dari rumput odot dan konsentrat dengan total konsumsi 2 kg/ekor/hari.
Produktivitas ternak menunjukkan rata-rata PBBH sebesar 0,142 kg/hari, nilai
FCR sebesar 7,36, dan FCG rata-rata Rp36.701/kg. Dari aspek kesehatan, penyakit
yang umum dijumpai adalah pink eye dan ditangani menggunakan genoint
serta didukung dengan sanitasi rutin. Limbah padat dikelola menjadi pupuk
organik melalui fermentasi EM4. Analisis usaha menunjukkan total investasi
sebesar Rp1.328.965.000 dengan biaya penyusutan Rp9.649.500 per tahun,
sedangkan hasil perhitungan BEP, BCR, dan Payback Period mengindikasikan
bahwa usaha penggemukan domba ekor tipis di Cempaka Farm layak dijalankan.
Secara keseluruhan, manajemen pemeliharaan di Cempaka Farm telah berjalan
efektif dan mendukung keberlanjutan usaha penggemukan