EFEKTIVITAS FERMENTASI GEDEBOG PISANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL
ROSELA DI KONDISI CEKAMAN KEKERINGAN. Skripsi: Luthfia Nafisha
Rahma (H0721088). Pembimbing: Prof. Dr.Ir. Edi Purwanto, M.Sc. dan Gani Cahyo
Handoyo, S.P., M.Si. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian
Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.Rosela (Hibiscus
sabdariffa) merupaka salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan, terutama
kelopak bunga yang memiliki kandungan antosianin, flavonoid, saponin, tanin,
vitamin C, B1, B2, dan D. Budidaya tanaman rosela berkembang di Indonesia,
namun produktivitasnya masih tergolong rendah akibat budidaya yang belum
terorganisir, perawatan yang kurang optimal, iklim tidak menentu, dan
terbatasnya pemahaman teknologi oleh petani. Peningkatan pertumbuhan dan
kualitas tanaman rosela perlu didukung dengan teknik budidaya yang tepat,
khususnya melalui pemberian nutrisi berbasis bahan organik dan ramah
lingkungan. Salah satu limbah organik yang berpotensi dimanfaatkan adalah
batang semu pisang. Di sisi lain, penerapan cekaman kekeringan secara
terkontrol juga dipandang sebagai stategi efektif untuk meningkatkan kualitas
tanaman melalui stimulasi produksi metabolit sekunder, seperti flavonoid, serta
memperkuat adaptasi tanaman terhadap stres lingkungan.Penelitian ini
dilaksanakan selama 18 minggu (Januari – Mei 2025) di rumah kaca A, Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Pembuatan fermentasi
gedebog pisang dilaksanakan di di -7,5460645; 110,6873849, Desa
Cangkringan, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Kegiatan analisis dilaksanakan di Laboratorium EMPT, Laboratorium Kultur
Jaringan, dan Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, UNS. Penelitian
ini dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok (RAK) yang meliputi dua faktor
dan empat ulangan. Faktor pertama yaitu cekaman kekeringan (C) (tanpa cekaman,
3-5 Minggu Setelah Tanam/MST, 6-8 MST, dan 9-11 MST). Faktor kedua yaitu dosis
fermentasi gedebog pisang (D) (0, 100, 200, dan 300 ml/tanaman). Data
dianalisis menggunakan Uji ANOVA pada taraf signifikansi 95%. Apabila terdapat
perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji DMRT dengan taraf 95%, dan interaksi
yang signifikan dianalisis menggunakan uji regresi.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa cekaman kekeringan berpengaruh secara signifikan terhadap
jumlah cabang 13 MST (10,38 buah) dan bobot kering akar tanaman rosela (3,36
g). Dosis fermentasi gedebog pisang berpengaruh signifikan terhadap jumlah
cabang 13 MST (9,94 buah), laju transpirasi (0,107
µmol H2O m⁻²s⁻1), dan konduktansi stomata (0,346
µmol m⁻²s⁻1) tanaman rosela. Hasil
analisis regresi menunjukkan bahwa dosis fermentasi gedebog pisang memengaruhi
beberapa parameter pertumbuhan, fisiologis, dan hasil tanaman rosela dengan
hubungan kuadratik. Hasil regresi menunjukkan setiap
tingkat cekaman memiliki dosis optimum yang berbeda dalam menghasilkan respon
terbaik. Interaksi perlakuan cekaman kekeringan dan
dosis fermentasi gedebog pisang berpengaruh secara signifikan terhadap bobot
segar akar (C3D3) (26,66 g), kerapatan stomata (C4D1)
(68,20 stomata/mm2), kandungan klorofil
B (C4D3) (12,06 µg/mL), jumlah kelopak total
(C1D2) (19 buah),
bobot segar kelopak dengan biji (C1D2) (123 g/tanaman) dan tanpa biji (61,31
g/tanaman), serta bobot kering
kelopak tanpa biji (C1D2) (5,86 g/tanaman). C2D4 (136,53 mg/100g) merupakan kombinasi
perlakuan terbaik untuk menghasilkan kelopak bunga rosela dengan kadar
antosianin tertinggi.