Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana perilaku belajar anak berbakat pencak silat di SMP Khusus
Olahraga Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan di SMP Khusus Olahraga Kota
Surakarta pada rentang waktu 28 Agustus sampai 5 September 2025. Pendekatan
penelitian bersifat kualitatif deskriptif. Peneliti mengamati ekspresi, gestur,
tutur kata, dan gerak gerik subjek untuk memahami makna fenomena secara
mendalam. Sumber data penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data
primer diperoleh dari wawancara semi terstruktur dengan dua murid, satu
pelatih, dan satu guru pembina. Data sekunder berupa jadwal latihan, data
prestasi, catatan evaluasi, dan dokumen akademik. Teknik pemilihan sampel
bersifat purposive. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi
nonpartisipatif, dan dokumentasi. Validitas data diuji melalui triangulasi
sumber, pengecekan sejawat, dan member check terbatas. Analisis data dilakukan
secara interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku belajar murid
berbakat pencak silat terbentuk melalui interaksi antara latihan rutin,
dukungan lingkungan, dan pembiasaan perilaku. Terdapat sembilan aspek perilaku
belajar yang muncul, yaitu kebiasaan, keterampilan, pengamatan, berpikir
asosiatif dan daya ingat, berpikir rasional dan kritis, sikap, inhibisi,
apresiasi, dan tingkah laku afektif. Ketiga ranah kemampuan kognitif,
psikomotorik, dan afektif berkembang secara simultan dan saling memperkuat. Simpulan
penelitian menyatakan bahwa pembinaan di SKO Surakarta membentuk perilaku
belajar secara holistik. Latihan rutin, disiplin, dan bimbingan pelatih
meningkatkan keterampilan teknis, strategi berpikir, serta pengendalian emosi.
Integrasi ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif menghasilkan atlet muda
yang terampil, disiplin, dan mampu mengelola emosi saat kompetisi.