Boarding school merupakan
sistem sekolah berasrama, dimana para siswa harus menjalani aktivitas
pendidikan yang panjang dari pagi hingga malam hari dengan tuntutan akademik
yang juga tinggi. Padatnya aktivitas, tuntutan akademik yang besar serta aturan
yang terstruktur berpotensi untuk mengganggu optimalisasi psychological
well-being dari para siswa di dalamnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi
psychological well-being seseorang, yaitu dukungan sosial, secara khusus
dari teman sebaya. Adanya dukungan dari teman sebaya dapat membantu
meningkatkan keterampilan sosial, ketahanan diri dan kepercayaan diri dari para
siswa. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk melihat adanya
hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dengan psychological well-being
pada siswa kelas 10, di SMA Boarding School. Penelitian ini melibatkan
sejumlah 69 siswa dan siswi kelas 10, yang bersekolah di SMA Unggulan RUSHD.
Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling.
Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada seluruh
siswa dan siswi yang berada di kelas 10. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian, diantaranya; skala dukungan sosial teman sebaya dan skala Ryff’s
Psychological Well-Being Scale (RPWB). Berdasarkan hasil pengujian
hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa terdapat
hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan psychological
well-being (p= 0,001). Artinya, semakin tinggi dukungan sosial teman sebaya
yang diterima seseorang, semakin tinggi pula psychological well-being
yang dimilikinya. Dukungan dari teman sebaya dapat mengurangi stress,
mengurangi kesepian akibat jauh dari keluarga, lebih optimis dan membuat
suasana hati lebih bahagia.