Usaha peternakan memiliki berbagai resiko yang belum teratasi dengan maksimal, seperti kematian, kehilangan, bencana alam, wabah penyakit dan fluktuasi harga, sehingga produktivitas berkurang. Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) sebagai wujud keberpihakan pemerintah dalam upaya melindungi peternak dari risiko kematian atau kehilangan sapi. Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) diharapkan dapat memberikan perlindungan kepada peternak sapi jika terjadi kematian sapi yang disebabkan oleh penyakit, kecelakaan, ataupun kehilangan dengan mengalihkan kerugian kepada pihak lain melalui pertanggungan asuransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sikap peternak terhadap program AUTS; mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk sikap peternak terhadap program AUTS; mengkaji hubungan antara faktor-faktor pembentuk sikap dengan sikap peternak terhadap program AUTS. Lokasi penelitian ini berada di Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali dengan sasaran responden peternak sapi yang mengikuti dan tidak mengikuti program AUTS. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan proportional random sampling dan didapatkan hasil sebanyak 60 peternak sebagai responden. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor pembentuk sikap dengan sikap peternak terhadap program AUTS dengan program IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor pembentuk sikap yang mengenai sikap peternak terhadap program AUTS yaitu pengalaman pribadi termasuk sedang, pengaruh orang lain yang dianggap penting termasuk sedang, pendidikan formal termasuk rendah, pendidikan nonformal termasuk sangat rendah, dan keterpaan media massa termasuk rendah juga. Sikap peternak terhadap tujuan, pelaksanaan dan manfaat program AUTS termasuk dalam kategori netral dan tidak setuju, yang artinya peternak belum sepenuhnya mengetahui dengan adanya program AUTS. Faktor pembentuk sikap yang tidak berhubungan dengan sikap peternak terhadap program AUTS yaitu pendidikan formal, sedangkan faktor yang berhubungan signifikan adalah pengalaman pribadi, pengaruh orang lain yang dianggap penting, pendidikan nonformal dan media massa.