Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi karyawan terhadap
Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan efisiensi operasional
pada penerapan sistem presensi face recognition di PT. XYZ Sukoharjo
berdasarkan pengalaman pengguna. Pengukuran persepsi pengguna pada
penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan Technology Acceptance
Model (TAM) melalui variabel Perceived Usefulness dan Perceived Ease of
Use, sedangkan efisiensi operasional dianalisis menggunakan pendekatan
Lean Manufacturing yang berfokus pada pengurangan waste waiting
berupa waktu tunggu antrean presensi.
Permasalahan pada penelitian ini diangkat dari adanya sistem presensi
sebelumnya di PT. XYZ berbasis fingerprint yang dalam penggunaanya,
sering terjadi kesalahan deteksi sehingga menimbulkan adanya antrean
panjang saat para karyawan operasional melakukan kegiatan presensi di
setiap lini departemen. Perusahaan kemudian menerapkan sistem presensi
berbasis
face recognition sebagai bentuk perbaikan terhadap
permasalahan tersebut. Namun, keterbatasan akses terhadap data internal
perusahaan menyebabkan pengukuran dalam penelitian ini dilakukan
berdasarkan pengalaman karyawan yang telah menggunakan kedua
sistem presensi tersebut.
Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kuantitatif deskriptif
dengan pengumpulan data melalui kuisoner yang disebarkan pada 100
responden dalam penelitian ini merupakan karyawan PT. XYZ yang telah
memiliki pengalaman dalam penggunaan kedua sistem presensi tersebut.
Sebelum dilakukan penyebaran terhadap 100 responden utama, telah
dilakukan juga uji validitas dan reliabilitas dengan sampel sebanyak 30
responden, guna memastikan setiap instrumen penelitian layak digunakan.
Analisis data yang dilakukan, menggunakan teknik statistic deskriptif
dengan bantuan Microsoft Excel dan SPSS, guna mendapatkan nilai
minimum, maksimum,mean, dan standar deviasi di setiap variabel.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Perceived Usefulness dan
Perceived Ease of Use memperoleh nilai rata-rata pada kategori sangat
tinggi, yang menunjukkan bahwa karyawan memiliki persepsi positif
terhadap manfaat dan kemudahan penerapan sistem presensi face
recognition. Selain itu, variabel efisiensi operasional memperoleh kategori
tinggi, yang menunjukkan bahwa sistem presensi face recognition
dipersepsikan mampu mengurangi waktu tunggu antrean dalam proses
presensi. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan
sistem presensi face recognition memperoleh persepsi positif dari karyawan
berdasarkan indikator Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan
efisiensi operasional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
evaluasi bagi PT. XYZ dalam menjaga kualitas dan efisiensi operasional
sistem presensi yang digunakan.