Pendahuluan: Gagal jantung merupakan non communicable diseases yang menjadi masalah kesehatan global. Antagonis neprilysin memiliki manfaat klinis baik dikombinasikan maupun tidak. Angiotensin Receptor-Neprilysin Inhibitor (ARNI) merupakan terapi alternatif untuk gagal jantung kronik lebih baik dibandingkan dengan terapi antagonis angiotensin reseptor saja. Kini terapi herbal untuk suatu penyakit mengalami perkembangan pesat. Sehingga tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi in silico senyawa herbal antagonis neprilysin untuk terapi ajuvan gagal jantung kronik. Metode Penelitian: Penelitian bioinformatika ini menggunakan metode molecular docking. Struktur tiga dimensi reseptor neprilysin (NEP) didapatkan dari PDB (5JMY) dan standar antagonis NEP adalah sacubitril dan sacubitrilat dari basis data PubChem (9811834 dan 10430040). Senyawa herbal Indonesia terdaftar di HerbalDB, memenuhi kriteria Lipinski’s rule of five, dan memiliki struktur tiga dimensi. Perangkat lunak AutoDock Vina version 1.1.2 digunakan untuk menganalisis energi ikatan dan PyMol 1.3 untuk visualisasi hasil molecular docking. Hasil: NEP berikatan dengan sacubitril dan sacubitrilat dengan energi ikatan 6.73 dan -9.23 kkal/mol. Kedua ligan standar tersebut berinteraksi dengan NEP pada residu Arg102 dan Arg110 sedangkan sacubitrilat memiliki empat residu dengan tambahan ikatan pada Asniv 542 dan Arg717. Sebanyak 517 senyawa herbal didockingkan dengan NEP tetapi hanya dua senyawa yang lebih baik dibandingkan dengan ligan standar, yaitu: artocarpanone (-8.30 kkal/mol) dan malvidin (-8.70 kkal/mol). Selanjutnya, hanya artocarpanone memiliki empat lokasi ikatan sama dengan sacubitrilat sedangkan malvidin hanya memiliki tiga ikatan (Arg102, Arg110, dan Arg717). Dua senyawa herbal ini memiliki konformasi yang mirip dengan ligan standar. Kesimpulan: Artocarpanone dan malvidin berpotensi sebagai antagonis neprilysin secara in silico untuk pengembangan terapi ajuvan gagal jantung kronik. Penelitian lebih lanjut secara in vitro diperlukan untuk membuktikan efek antagonis neprilysin senyawa tersebut. Kata Kunci: senyawa herbal, antagonis neprilysin, in silico, gagal jantung kronik