Permasalahan limbah plastik di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan
menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan. Plastik yang sulit terurai
menyebabkan pencemaran tanah, air, dan laut. Oleh karena itu, diperlukan solusi
teknologi yang mampu mengurangi volume limbah sekaligus menghasilkan nilai
tambah. Salah satu teknologi yang potensial adalah mesin pirolisis plastik. Mesin
pirolisis plastik merupakan sistem konversi termal yang bekerja dengan
memanaskan limbah plastik pada suhu tinggi (±250–325°C) tanpa adanya oksigen.
Proses ini menguraikan rantai polimer menjadi produk berupa minyak pirolisis
(liquid fuel), gas non-kondensabel, dan residu padat (char). Minyak hasil pirolisis
dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, sedangkan gas yang dihasilkan
dapat digunakan kembali sebagai sumber energi pemanas reaktor, sehingga
meningkatkan efisiensi sistem. Rancangan mesin terdiri atas beberapa komponen
utama, yaitu reaktor pirolisis, sistem pemanas, kondensor, sistem pendingin,
penampung minyak, dan sistem kontrol suhu. Proses dimulai dengan memasukkan
plastik yang telah dicacah ke dalam reaktor tertutup. Setelah mencapai suhu operasi,
plastik mengalami dekomposisi termal dan menghasilkan uap hidrokarbon yang
kemudian dialirkan menuju kondensor untuk didinginkan dan diubah menjadi
cairan. Keunggulan mesin ini terletak pada kemampuannya mengurangi volume
limbah plastik secara signifikan serta menghasilkan energi alternatif yang bernilai
ekonomis. Selain itu, teknologi ini berpotensi diterapkan dalam skala kecil hingga
menengah untuk mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Dengan
pengembangan desain yang tepat, optimasi suhu operasi, serta sistem kondensasi
yang efisien, mesin pirolisis plastik dapat menjadi solusi inovatif dalam mendukung
transisi energi dan pengelolaan limbah berkelanjutan.