| Penulis Utama | : | Mustara |
| NIM / NIP | : | T512208007 |
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan kepatuhan pengobatan jangka panjang untuk mencegah komplikasi yang membahayakan. Sebagian besar pasien hipertensi tidak menyadari bahwa dirinya hipertensi. Sebagian besar pasien hipertensi tergolong hipertensi esensial di mana kondisi hipertensi tidak diketahui dengan pasti penyebab dari hipertensi tersebut. Pengendalian tekanan darah merupakan kunci bagi pasien hipertensi. Namun, rendahnya kepatuhan minum obat di kalangan pasien hipertensi sering kali menjadi hambatan utama dalam pengendalian tekanan darah. Faktor internal individu seperti merasa sudah sehat, tidak memiliki keluhan, menggunakan obat tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi kepatuhan pengobatan. Oleh karena itu, perlu intervensi untuk meningkatkan kepatuhan minum obat bagi pasien hipertensi. Beberapa studi menunjukkan intervensi berupa edukasi kepada pasien memberikan dapat mempengaruhi pengetahuan, dan perilaku kepatuhan pasien hipertensi. Salah satu teori dan pendekatan yang banyak digunakan dalam intervensi perilaku adalah teori Health Belief Model (HBM). Beberapa studi melaporkan bahwa persepsi kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, keyakinan diri, dan isyarat bertindak merupakan variabel yang mempengaruhi kepatuhan berobat pasien hipertensi. Studi lain melaporkan bahwa kepatuhan dalam pengobatan pasien hipertensi dapat ditingkatkan dengan cara mengubah keyakinannya. Kabupaten Majalengka merupakan salah satu kabupaten yang memiliki proporsi tidak rutin minum obat dan tidak minum obat anti hipertensi yang cukup tinggi di Jawa Barat. Selain itu cakupan pelayanan kesehatan standar terhadap pasien hipertensi baru mencapai 75,78%, dan selama empat tahun terakhir (2019 – 2022) hipertensi merupakan proporsi tertinggi yang dilaporkan. Hal ini menunjukkan bahwa ada kebutuhan model intervensi melalui pendekatan perubahan perilaku untuk meningkatkan kepatuhan berobat pasien hipertensi di Kabupaten Majalengka. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model edukasi sebagai intervensi meningkatkan kepatuhan minum obat pasien hipertensi di Kabupaten Majalengka. Untuk mencapai tujuan tersebut, maka tujuan khususnya adalah (1) menganalisis masalah kepatuhan minum obat dan aspek perilakunya pada pasien hipertensi; (2) menganalisis implementasi edukasi kepatuhan minum obat; (3) mengembangkan model edukasi kepatuhan minum obat untuk meningkatkan pengetahuan, self-efficacy, dan kepatuhan minum obat, serta penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi esensial di Kabupaten Majalengka.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan research and development (R&D), melalui tiga tahap penelitian antara lain: (1) tahap analisis situasi dan identifikasi kebutuhan model; (2) tahap pengembangan model (penyusunan model, validasi model, dan uji coba terbatas); (3) tahap uji efektivitas model. Tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang dilayani oleh puskesmas dan jaringannya dengan kriteria inklusi berusia 15 tahun sampai 60 tahun, mengonsumsi obat anti hipertensi, minimal telah melakukan kunjungan 1 kali ke puskesmas dan jaringannya. Adapun kriteria eksklusinya adalah wanita hamil, mengalami gangguan kognisi berat, mengalami komplikasi serius, penyebab hipertensi sekunder yang diketahui. Sedangkan variabel dependen penelitian ini meliputi pengetahuan, self-efficacy, kepatuhan minum obat, dan tekanan darah. Desain penelitian pada tahap uji efektivitas adalah kuasi eksperimen pretest-posttest control group. Analisis data yang dilakukan adalah uji t berpasangan, uji Wilcoxon, uji t independen, uji Mann-withney, dan analisis Difference-in-Differences (DiD) dengan signifikansi pada nilai p <0>Hasil: Tahap 1. Tingkat kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi belum diukur secara khusus. Pada aspek pengetahuan pasien hipertensi mengetahui secara umum ada komplikasi yang dapat terjadi pada hipertensi yang tidak terkendali, pada aspek self-efficacy teridentifikasi ada keinginan yang kuat untuk sembuh dari hipertensi, dan pada aspek kepatuhan terdapat alasan untuk patuh rutin minum obat adalah karena dirasa ada keluhan kesehatan, rutin melakukan kunjungan, ada dukungan dari keluarga, membiasakan minum obat anti hipertensi pada waktu yang sama, sedangkan alasan tidak patuh rutin minum obat karena merasa sudah sehat, bosan, dan lupa karena kesibukan. Tahap 2. Model edukasi kepatuhan minum obat berbasis HBM telah tersusun dengan karakteristik materi terdiri dari enam (6) pokok bahasan, media berupa pamflet digital dan video animasi, metode penyampaian secara hibrid (tatap muka langsung dan WhatsApp Group), tempat pelaksanaan di desa dan WhatsApp Group, pelaksana adalah tenaga promosi kesehatan puskesmas. Tahap 3. Intervensi melalui edukasi kepatuhan minum obat berbasis HBM secara hibrid meningkatkan rata-rata skor pengetahuan secara bermakna di kelompok perlakuan sebesar 2,06 poin (p <0 xss=removed xss=removed>self-efficacy setelah intervensi ada peningkatan rata-rata skor self-efficacy yang bermakna 6,71 poin di kelompok perlakuan (p <0>self-efficacy meningkat 0,54 poin namun peningkatan tersebut tidak bermakna (p = 0,613), dan hasil uji t independen menunjukkan ada perbedaan yang bermakna secara statistik rata-rata skor antara kedua kelompok (p <0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>self-efficacy sebesar 6,16 poin (p <0 xss=removed>Kesimpulan: Intervensi berupa edukasi kepatuhan minum obat berbasis HBM berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan, self-efficacy, kepatuhan minum obat anti hipertensi, dan penurunan tekanan darah (sistolik dan diastolik). Saran yang dapat diusulkan adalah bagi puskesmas melakukan pengukuran kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi, mengintegrasikan model edukasi ini ke dalam program promosi kesehatan di puskesmas, mengembangkan media edukasi yang lebih variatif seperti video testimoni, memanfaatkan forum komunitas daring (WhatsApp Group) untuk berbagi informasi dan saling peduli, melakukan pelatihan bagi petugas promosi kesehatan dalam edukasi dengan pendekatan hibrid terutama memfasilitasi di forum komunitas daring (WhatsApp Group). Selain itu, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menerapkan pengacakan pada tingkat individu, meningkatkan skala penelitian yang lebih luas, menggunakan metode pengukuran kepatuhan minum obat yang obyektif, dan menguji metode edukasi berbasis website sebagai pengguna mandiri.
| Penulis Utama | : | Mustara |
| Penulis Tambahan | : | - |
| NIM / NIP | : | T512208007 |
| Tahun | : | 2026 |
| Judul | : | Pengaruh Model Edukasi Kepatuhan Minum Obat Berbasis Health Belief Model terhadap Pengetahuan, Self-efficacy, dan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi Esensial di Kabupaten Majalengka |
| Edisi | : | |
| Imprint | : | Surakarta - Fak. Kedokteran - 2026 |
| Program Studi | : | S-3 Ilmu Kesehatan Masyarakat |
| Kolasi | : | |
| Sumber | : | |
| Kata Kunci | : | Hipertensi; Kepatuhan Minum Obat; Health Belief Model; Pengetahuan; Self-Efficacy; Tekanan Darah |
| Jenis Dokumen | : | Disertasi |
| ISSN | : | |
| ISBN | : | |
| Link DOI / Jurnal | : | https://iannajournalofinterdisciplinarystudies.com/index.php/1/article/view/1809 |
| Status | : | Public |
| Pembimbing | : |
1. Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. 2. Prof. Dr. Eti Poncorini Pamungkasari, dr., M.Pd. |
| Penguji | : |
1. Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes. 2. Nur Hafidha Hikmayani, dr., M.Clin.Epid., Ph.D. 3. Dr. Wachid Putranto, dr., Sp.PD-KGH.FINASIM |
| Catatan Umum | : | |
| Fakultas | : | Fak. Kedokteran |
| Halaman Awal | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
|---|---|---|
| Halaman Cover | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB I | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB II | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB III | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB IV | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB V | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| BAB Tambahan | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Daftar Pustaka | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |
| Lampiran | : | Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download. |