Salah satu kompetensi penting bagi dewasa awal adalah mengelola keuangan. Namun, kenyataannya terdapat banyak dewasa awal yang mengalami kesulitan untuk mengelola keuangannya. Kontrol diri salah satu faktor yang berkontribusi terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kontrol diri terhadap perilaku pengelolaan keuangan pada dewasa awal di Indonesia. Selain itu, sebagai analisis tambahan, penelitian ini juga mengeksplorasi hubungan dari masing-masing dimensi kontrol diri terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan melibatkan 748 partisipan berusia 18-40 tahun, belum menikah, serta sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri yang ditentukan dengan purposive non-probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Validasi alat ukur dilakukan dengan confirmatory factor analysis (CFA), sedangkan uji model menggunakan analisis jalur dengan Mplus versi 8.3. Hasil analisis CFA menunjukkan kecocokan model yang baik berdasarkan nilai Root Mean Square of Error Approximation, Comparative Fit Index, Tucker Lewis Index, dan Standardized Root Mean Square Residual yang memenuhi kriteria goodness of fit. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kontrol diri berhubungan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan (p = .000) dengan kontribusi sebesar 10.9%. Akan tetapi, hasil analisis menunjukkan bahwa baik dimensi inhibisi dan dimensi inisiasi tidak berhubungan signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Dengan demikian, literasi finansial dan pelatihan regulasi diri diharapkan dapat membantu dewasa awal untuk mengelola keuangannya secara efektif.