Kethoprak adalah
sebuah kesenian rakyat yang menceritakan tentang kisah-kisah kehidupan yang
merupakan kisah legenda yang ada di dalam masyarakat dengan latar belakang
kehidupan kerajaan Jawa. Ketoprak lahir sebagai sebuah kebiasaan masyarakat
memainkan alat musik, bernyanyi, dan menari. Tujuan penelitian ini untuk
menggambarkan atau memaparkan mengenai, eksistensi ketoprak Balekambang sebagai
salah satu bentuk pelestarian budaya Jawa di Surakarta, faktor-faktor yang
mendorong dan menghambat pemain ketoprak Balekambang bertahan dalam seni
ketoprak; dan strategi mempertahankan seni ketoprak Balekambang dalam era
modernisasi seperti sekarang ini. Metode
pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, wawancara dan
dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi, yaitu
triangulasi data, triangulasi sumber,
triangulasi metodologis,
triangulasi peneliti, dan triangulasi teori. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa untuk menjaga eksistensi ketoprak agar tidak hilang,
dilakukan berbagai upaya: keikutsertaan generasi muda yang ikut bermain
ketoprak, ketoprak Balekambang sebagai mata pencaharian meskipun bayaran tidak
sesuai dan hal utama adalah melestarikan kebudayaan jawa. Strategi yang dilakukan guna mempertahankan seni
Ketoprak Balekambang dalam
era modernisasi, yaitu dengan melakukan promosi melalui iklan di media
massa yang bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Faktor pendorong eksistensinya
ketoprak karena rasa mencitai kebudayaan dan upaya yang dilakukan agar tetap
eksis dengan melibatkan anak muda sebagai bentuk regenerasi. Kesimpulan hasil
penelitian bahwa seni ketoprak hingga saat ini masih esksis ditengah-tengah era
modernisasi terutama di Kota Surakarta.
Kata kunci: Eksistensi,
budaya Jawa, kesenian tradisional