Perancangan produk bertujuan mengangkat elemen visual Festival layangan Sukoharjo ke dalam motif Pop Art yang diaplikasikan pada sofa tunggu untuk ruangan PlayStation. Metode perancangan menggunakan pendekatan Collin Clipson yang meliputi tahapan identifikasi masalah, eksplorasi teoritis dan empiris, proses kreatif, hingga uji coba desain. Analisis dilakukan melalui observasi visual, wawancara, dan studi literatur untuk memperoleh formulasi desain yang kontekstual. Proses kreatif mempertimbangkan aspek material, fungsi ergonomis, teknik produksi, dan kebutuhan pasar remaja dan dewasa muda pengguna ruang bermain digital. Perkembangan tekstil interior saat ini menuntut hadirnya inovasi yang mengedepankan estetika serta mampu merepresentasikan nilai budaya lokal. Festival Layangan Sukoharjo sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah menyimpan potensi visual yang kuat untuk dijadikan inspirasi dalam desain produk. Motif-motif dari festival tersebut memiliki keunikan bentuk, warna, dan makna yang selaras dengan karakter Pop Art. Penggayaan visual yang komunikatif, tegas, dan penuh ekspresi sehingga menarik untuk diterapkan pada media tekstil interior. Hasil perancangan menghasilkan visual motif yang merepresentasikan semangat festival layang-layang dalam gaya Pop Art yang dinamis dan relevan dengan nuansa PlayStation. Sofa tunggu berfungsi untuk elemen tekstil interior fungsional serta sebagai media representasi budaya lokal yang dibalut dalam bahasa visual modern. Dengan demikian, desain ini diharapkan dapat menjadi alternatif baru dalam pengembangan produk tekstil interior yang berbasis pada nilai lokal dan selera visual masa kini.