Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak dalam usaha
penggemukan sapi potong dan menganalisis kelayakan usaha penggemukan sapi
potong di Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Penelitian dilakukan mulai
bulan Agustus 2025 sampai dengan Januari 2026 di Kecamatan Nogosari,
Kabupaten Boyolali. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Lokasi
dan responden ditentukan secara purposive sampling dengan memilih tiga desa
yang mewakili tingkat populasi sapi tinggi, sedang, dan rendah. Jumlah responden
ditentukan dengan rumus Slovin, sehingga diperoleh 60 peternak sebagai
responden. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, sedangkan kelayakan
usaha ditinjau dari aspek finansial meliputi Net Present Value (NPV), Benefit Cost
Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period of Credit (PPC), dan
Break Even Point (BEP). Karakteristik peternak didominasi oleh usia produktif
(15–64 tahun) dengan pengalaman beternak lebih dari 20 tahun. Mayoritas
responden berpendidikan sekolah dasar, bekerja utama sebagai petani, dan memiliki
skala kepemilikan ternak sebanyak 2–3 ekor. Pendapatan usaha rata-rata mencapai
Rp 10.206.430 per tahun dengan pemeliharaan 3 ekor sapi. Hasil analisis finansial
menunjukkan bahwa usaha penggemukan sapi potong ini memiliki NPV positif
sebesar Rp 21.780.843. Net B/C sebesar 2,45 (>1), dan IRR mencapai 61,5%, jauh
lebih tinggi daripada suku bunga 12%. Payback Period (PP) menunjukan hasil 1,47
tahun, dengan BEP sebesar 2.62 (3 ekor sapi potong penggemukan per tahun) dan
harga BEP sebesar Rp 23.934.836 untuk 1 ekor sapi potong penggemukan.
Kesimpulan usaha penggemukan sapi potong di Kecamatan Nogosari, Kabupaten
Boyolali layak untuk dijalankan.