Ibnu Hazm Al-Andalusiy
merupakan seorang ulama dan intelektual Muslim dari masa klasik Andalusia.
Salah satu karyanya yang terkenal dan dijadikan referensi oleh para
cendekiawan kontemporer adalah karya yang berjudul Thauqul-Chama>mah
fi-Ilfah wal-Ulla>f.
Buku atau kitab klasik ini mengulas seluk-beluk cinta, Ibnu Hazm secara
mendalam mengupas pembahasan tentang fenomena cinta dari sudut pandang
psikologis maupun sosiologis. Permasalahan yang
dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pembacaan heuristik pada
teks syair yang terdapat dalam Thauqul-Chama>mah
fi-Ilfah wal-Ulla>f
karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy, dan (2)
Bagaimana pembacaan hermeneutik dalam teks Thauqul-Chama>mah
fi-Ilfah wal-Ulla>f
karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy.Tujuan penelitian ini
mencakup dua hal, yakni: (1) untuk mendeskripsikan pembacaan heuristik pada teks syair yang terdapat dalam Thauqul-Chama>mah
fi-Ilfah wal-Ulla>f Karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy, dan (2) untuk mendeskripsikan
pembacaan hermeneutik dalam teks Thauqul-Chama>mah fi-Ilfah wal-Ulla>f Karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy.Data penelitian ini
berupa kata-kata, kalimat ataupun paragraf yang terdapat dalam kitab Thauqul-Chama>mah
fi-Ilfah wal-Ulla>f
terkait jawaban dari rumusan masalah yang dibahas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif
deskriptif dengan teknik studi pustaka. Data penelitian diolah menggunakan
teori semiotika Michael Riffaterre, yang berfokus pada dua tahap pembacaan
yaitu pembacaan heuristik (tingkat pertama) dan pembacaan hermeneutik (tingkat
kedua) untuk memberikan interpretasi makna yang utuh.
Hasil penelitian yang
telah dilakukan sebagai berikut: pertama, Pembacaan heuristik pada teks syair
yang terdapat dalam Thauqul-Chama>mah fi-Ilfah wal Ulla>f Karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy, ditemukan
pada At-Ta‘ri>dh bil-Qaul yang menjelaskan bahwa ekspresi cinta disampaikan melalui diksi
kiasan yang mencerminkan psikologi cinta. Kedua, Pembacaan hermeneutik pada
teks Thauqul-Chama>mah fi-Ilfah wal-Ulla>f Karya Ibnu Hazm Al-Andalusiy ini
difokuskan pada pada enam sub judul; At-Ta‘ri>dh bil-Qaul (kiasan),
Al-Isya>rah bil ‘Ain (isyarat mata), Al-Mura>salat ( melalui surat cinta), As-Safi>r (melalui seorang perantara), Thaiyyus-Sir (menyembunyikan cinta), dan Al-Idza>‘ah (memamerkan cinta).