Penulis Utama : Eligius Saka Gede Sasmito
NIM / NIP : M0121031

Pemilihan umum (Pemilu) merupakan salah satu agenda yang penting di dalam sistem demokrasi Indonesia. Pemilu yang berkualitas menjadi indikator demokrasi yang baik. Pemilu legislatif di Indonesia menggunakan sistem proporsional terbuka yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Dua mekanisme kunci dalam sistem ini adalah metode konversi suara dan ambang batas parlemen (parliamentary threshold). Penerapan parliamentary threshold (PT) 4% dalam Pemilu Indonesia bertujuan menyederhanakan sistem kepartaian, namun berpotensi besar berdampak buruk bagi keadilan dalam pemilu karena banyaknya partai yang kehilangan hak memperoleh kursi dan suara yang "terbuang" sehingga berpengaruh pada distribusi perolehan suara partai peserta pemilu dan proporsionalitas pembagian kursi parlemen.  Penelitian ini merupakan penelitian terapan dengan tujuan membahas analisis pengaruh PT 4% terhadap distribusi suara partai peserta Pemilu RI 2024 dan proporsionalitas hasil pembagian kursi dengan metode Sainte-Laguë dan D’Hondt, serta perbandingan proporsionalitas hasil pembagian kursi menggunakan kedua metode tersebut sebelum dan setelah penerapan PT 4%. Data mencakup hasil Pemilu DPR 2024 di tingkat nasional dan 84 dapil di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan PT 4% tidak membuat data perolehan suara terdistribusi normal (justru semakin jauh dari distribusi normal) dan mengubah model distribusi lognormalnya dari right-skewed menjadi lebih berbentuk lonceng.  Hal ini menunjukkan adanya pemotongan hak politik dan penyeragaman pilihan rakyat secara artifisial demi menyederhanakan sistem kepartaian dalam parlemen. PT 4% juga menurunkan proporsionalitas pembagian kursi, yang ditunjukkan oleh kenaikan signifikan Indeks Gallagher pada kedua metode (Sainte-Laguë: 4,864; D'Hondt: 5,735). Ini terjadi karena suara partai yang tidak lolos PT 4% terbuang (sehingga advantage ratio-nya menjadi 0), sementara partai yang lolos sangat diuntungkan (nilai advantage ratio-nya di atas 1, kecuali Partai Golkar dalam pembagian kursi menggunakan metode D'Hondt). Dalam skenario PT 4%, indeks Gallagher hasil pembagian kursi menggunakan metode Sainte-Laguë lebih rendah dan menghasilkan tren advantage ratio partai yang lebih stabil dan minim bias representasi terhadap partai besar dibandingkan metode D'Hondt, sehingga pembagian kursi menggunakan metode Sainte-Laguë lebih sesuai digunakan dibandingkan metode D'Hondt.

×
Penulis Utama : Eligius Saka Gede Sasmito
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0121031
Tahun : 2026
Judul : Pengaruh Parliamentary Threshold 4% terhadap Distribusi Suara Partai dan Proporsionalitas Pembagian Kursi DPR RI 2024 Menggunakan Metode Sainte-Laguë dan D'Hondt
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. MIPA - 2026
Program Studi : S-1 Matematika
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Parliamentary Threshold, Metode Sainte-Laguë, Metode D'Hondt, Proporsionalitas Pemilu, Indeks Gallagher, Pemilu 2024
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sutanto, S.Si, DEA
2. Dra. Purnami Widyaningsih, M.App.Sc.
Penguji : 1. Prof. Dr. Dewi Retno Sari Saputro, S.Si., M.Kom.
2. Prof. Dr. Drs. Siswanto, M.Si.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. MIPA
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.