Adela Nurul Azizah. B0122002. 2026. Pemakaian Bahasa Jawa dalam
Jual-Beli di Pasar Sapi Bekonang Mojolaban Kabupaten Sukoharjo (Kajian
Sosiolinguistik). Skripsi: Program Studi Sastra Daerah Fakultas Ilmu Budaya
Universitas Sebelas Maret Surakarta. Permasalahan yang
dibahas dalam penelitian ini, adalah: (1) Apa sajakah bentuk satuan lingual
lisan antara penjual dan pembeli dalam jual-beli di Pasar Sapi Bekonang?; (2)
Bagaimanakah penggunaan tingkat tutur bahasa Jawa dalam jual-beli di Pasar Sapi
Bekonang?; dan (3) Mengapa muncul ekspresi kebahasaan dalam jual-beli di Pasar
Sapi Bekonang?. Tujuan penelitian ini mencakup tiga hal, yaitu: (1)
Mengidentifikasi bentuk satuan lingual lisan yang digunakan oleh penjual dan
pembeli dalam jual-beli di Pasar Sapi Bekonang., (2) Menganalisis penggunaan
tingkat tutur bahasa Jawa dalam jual-beli di Pasar Sapi Bekonang., (3)
Menjelaskan penyebab munculnya ekspresi kebahasaan dalam jual-beli di Pasar
Sapi Bekonang.Sumber data
penelitian ini informan, yaitu pedagang, pembeli, dan blantik
sapi yang berada sapi di Pasar Sapi Bekonang dan sedang melakukan jual-beli
sapi. Data dalam penelitian ini berupa satuan lingual dialog hasil penyimakan
informan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode
pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan
teknik sadap dengan teknik lanjutan teknik simak bebas libat cakap, teknik
rekam, dan teknik catat. Analisis data menggunakan metode agih
dengan teknik bagi unsur langsung dan teknik ganti, serta metode padan dengan
teknik pilah unsur penentu, hubung banding menyamakan, dan hubung banding
memperedakan.Hasil penelitian
menunjukkan bahwa satuan lingual yang digunakan meliputi kata, frasa, klausa,
dan kalimat yang bersifat praktis serta kontekstual. Tingkat Tutur yang dominan
adalah bahasa Jawa ngoko, baik ngoko lugu maupun ngoko alus. Ekspresi
kebahasaan yang muncul pada saat jual-beli berlangsung dipengaruhi oleh tujuan
tawar-menawar dan kondisi interaksi di pasar. Berbagai ekspresi yang muncul
digunakan sebagai strategi komunikasi untuk mencapai kesepakatan harga tanpa
mengabaikan norma kesantunan yang berlaku di lingkungan Pasar Sapi Bekonang.