Penulis Utama : Prima Mardiani
NIM / NIP : C0922034

Busana Muslim Saudagaran Kudusan merupakan pakaian adat khas Kabupaten Kudus yang lahir dari akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Tionghoa, mencerminkan nilai kesopanan, religiusitas, dan falsafah Gusjigang. Meski telah diwajibkan penggunaannya di sekolah setiap tanggal 23 melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Nomor 400.3.13.2/714/2024, minat remaja usia 12-15 tahun terhadap busana ini masih rendah akibat harga yang tinggi, tampilan yang kurang sesuai selera remaja, serta kain lilit yang kurang praktis untuk dikenakan secara mandiri. Perancangan ini bertujuan menghasilkan inovasi busana Muslim Saudagaran Kudusan yang estetis, praktis, dan terjangkau bagi remaja tanpa menghilangkan identitas budaya Kudus.Perancangan menggunakan metode Design Thinking yang dipadukan dengan pendekatan Transforming Tradition melalui kerangka ATUMICS, dengan fokus pada lima aspek: Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara.Perancangan menghasilkan tiga set busana dua set putri dan satu set putra berbahan kain primisima. Busana putri berupa kebaya encim bersiluet pas badan (fitted/X-shape), sedangkan busana putra berupa kemeja berkerah shanghai bersiluet lurus (regular fit). Motif bordir icik disederhanakan menggunakan ikon parijoto bergaya minimalis. Bawahan putri dimodifikasi menjadi rok batik dan bawahan putra menjadi celana sarung batik. Penempatan bordir yang selektif pada bagian depan, kerah, lengan, dan ujung busana mampu menjaga karakter visual busana Kudusan sekaligus menekan biaya produksi atasan hingga kisaran Rp450.000-Rp650.000.Hasil perancangan menunjukkan bahwa kepadatan isian bordir icik merupakan faktor utama yang memengaruhi biaya produksi dan persepsi kenyamanan remaja. Penyederhanaan motif parijoto dari bentuk tradisional menjadi stilasi minimalis terbukti meningkatkan relevansi estetika busana bagi pengguna remaja tanpa menghilangkan identitas budaya Kudus. Pemilihan kain primisima sebagai pengganti katun paris terbukti lebih sesuai karena lebih tebal dan tidak tembus pandang.

×
Penulis Utama : Prima Mardiani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0922034
Tahun : 2026
Judul : Inovasi Busana Muslim Saudagaran Kudusan Relevan dengan Preferensi Remaja
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Seni Rupa dan Desain - 2026
Program Studi : S-1 Kriya Seni
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Inovasi, Busana Muslim Saudagaran Kudusan, Bordir Icik, Remaja
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : http://-
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Sujadi R. Hidayat, S.Sn., M.Sn.
Penguji : 1. Apika Nurani S. S.Sn., M.Sn.
2. M. Rudianto, S.Sn., M.Sn.
Catatan Umum : -
Fakultas : Fak. Seni Rupa dan Desain
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.