Busana Muslim Saudagaran Kudusan merupakan pakaian adat khas Kabupaten Kudus yang lahir dari akulturasi budaya Jawa, Islam, dan Tionghoa, mencerminkan nilai kesopanan, religiusitas, dan falsafah Gusjigang. Meski telah diwajibkan penggunaannya di sekolah setiap tanggal 23 melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan Kabupaten Kudus Nomor 400.3.13.2/714/2024, minat remaja usia 12-15 tahun terhadap busana ini masih rendah akibat harga yang tinggi, tampilan yang kurang sesuai selera remaja, serta kain lilit yang kurang praktis untuk dikenakan secara mandiri. Perancangan ini bertujuan menghasilkan inovasi busana Muslim Saudagaran Kudusan yang estetis, praktis, dan terjangkau bagi remaja tanpa menghilangkan identitas budaya Kudus.Perancangan menggunakan metode Design Thinking yang dipadukan dengan pendekatan Transforming Tradition melalui kerangka ATUMICS, dengan fokus pada lima aspek: Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara.Perancangan menghasilkan tiga set busana dua set putri dan satu set putra berbahan kain primisima. Busana putri berupa kebaya encim bersiluet pas badan (fitted/X-shape), sedangkan busana putra berupa kemeja berkerah shanghai bersiluet lurus (regular fit). Motif bordir icik disederhanakan menggunakan ikon parijoto bergaya minimalis. Bawahan putri dimodifikasi menjadi rok batik dan bawahan putra menjadi celana sarung batik. Penempatan bordir yang selektif pada bagian depan, kerah, lengan, dan ujung busana mampu menjaga karakter visual busana Kudusan sekaligus menekan biaya produksi atasan hingga kisaran Rp450.000-Rp650.000.Hasil perancangan menunjukkan bahwa kepadatan isian bordir icik merupakan faktor utama yang memengaruhi biaya produksi dan persepsi kenyamanan remaja. Penyederhanaan motif parijoto dari bentuk tradisional menjadi stilasi minimalis terbukti meningkatkan relevansi estetika busana bagi pengguna remaja tanpa menghilangkan identitas budaya Kudus. Pemilihan kain primisima sebagai pengganti katun paris terbukti lebih sesuai karena lebih tebal dan tidak tembus pandang.