Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis representasi identitas diri dan pola
komunikasi mahasiswa generasi sandwich di media sosial X melalui aspek
pribadi, penampilan, relasi sosial, dan peran masyarakat. Fenomena generasi sandwich
di kalangan mahasiswa penting untuk dipelajari karena mereka harus menjalankan
peran ganda sebagai individu yang belajar sekaligus memiliki tanggung jawab
ekonomi keluarga. Media sosial X dipilih karena karakteristiknya yang lebih
bebas. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam terhadap lima mahasiswa generasi sandwich
pengguna aktif X menggunakan purposive sampling dan dokumentasi digital
(tweeet, reply, retweeet).
Analisis
menggunakan Communication Theory of Identity oleh Hecht (4 layers).
Hasil penelitian representasi identitas terbentuk secara kompleks. Pada aspek
pribadi ditemukan dua pola yang berhubungan dengan aspek pribadi, terbuka
identitas digitalnya dan yang lebih selektif. Pada aspek
penampilan, identitas ditampilkan melalui gaya bahasa beragam tanpa label
eksplisit "generasi sandwich". Pada aspek relasi sosial,
identitas terbentuk dari tiga faktor, yaitu topik interaksi, intensitas atau
cara interaksi, dan respons pengguna sebagai validasi. Pada aspek peran masyarakat,
mereka menunjukkan kepedulian sosial. Pola komunikasi bersifat dinamis dan
kontekstual. Arah komunikasi yang digunakan cenderung satu arah (bisa dua arah
saat ada respons), intensitas penggunaan tinggi bersifat fluaktif, gaya bahasa
non-formal dan emosional dengan simbol selektif, serta tiga pola konten utama,
yaitu pengalaman pribadi, isu sosial politik, dan kemandirian finansial.