Sawah tadah hujan di Indonesia kerap menghadapi
keterbatasan air irigasi yang menurunkan indeks pertanaman dan mengancam
ketahanan pangan. Pemerintah menginisiasi program pompa irigasi untuk
meningkatkan ketersediaan air, namun keberhasilannya bergantung pada bagaimana
petani memandang dan menerapkan teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan
menganalisis pandangan petani terhadap atribut inovasi program pompa, pengaruh
faktor internal dan eksternal terhadap pandangan tersebut, pengaruh pandangan
terhadap penerapan, serta peran pemediasi pandangan dalam menghubungkan faktor
internal dan eksternal dengan penerapan di Kecamatan Bendosari, Kabupaten
Sukoharjo. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan sensus terhadap
121 petani padi yang telah menerapkan pompa air. Data dikumpulkan melalui
kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan
pemodelan persamaan struktural berbasis partial least squares dengan perangkat
lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandangan petani terhadap
atribut inovasi tergolong sangat tinggi, mencerminkan keuntungan relatif,
kesesuaian, kemudahan dicoba, dan kemudahan diamati yang kuat, serta tingkat
kerumitan yang rendah. Sebagian besar petani bahkan telah mencapai tahap
penerapan dan berkeinginan melanjutkan penggunaan pompa air, dengan keuntungan
relatif dan kemudahan diamati sebagai atribut yang paling menonjol. Faktor
internal dan eksternal sama-sama membentuk pandangan secara signifikan, dengan
faktor eksternal lebih dominan. Pandangan berpengaruh positif sangat kuat
terhadap penerapan, sedangkan faktor internal tidak berpengaruh langsung dan
faktor eksternal berpengaruh langsung negatif. Pandangan memediasi penuh
pengaruh faktor internal dan memediasi secara kompetitif pengaruh faktor
eksternal terhadap penerapan. Disimpulkan bahwa pandangan petani merupakan
penentu utama sekaligus jembatan yang menerjemahkan faktor internal dan
eksternal menjadi keputusan penerapan. Penguatan peran penyuluh, infrastruktur,
dan dukungan kelembagaan disarankan untuk membangun pandangan positif petani
dan menjamin keberlanjutan penerapan program pompa.