Sereh
wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) menjadi salah satu tanaman penghasil minyak atsiri di Indonesia. Produktivitas sereh wangi masih terbatas dikarenakan
perakaran sereh wangi hanya dapat tumbuh dan berkembang pada lapisan atas
tanah. Permintaan pasar global terhadap minyak atsiri sereh wangi terus
meningkat seiring dengan kesadaran akan produk alami dan ramah lingkungan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interaksi antara FMA dan kompos limbah
rumah tangga terhadap pertumbuhan dan hasil sereh wangi. Penelitian menggunakan
RAKL yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu FMA dan faktor kedua
yaitu kompos limbah rumah tangga. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman,
jumlah anakan, dan, jumlah daun, bobot basah dan kering tajuk, bobot basah dan
kering akar, hasil, rendemen, bobot jenis, warna, dan aroma minyak atsiri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis FMA 30 g hingga 45 g menghasilkan
tinggi tanaman, jumlah anakan, dan jumlah daun serta bobot basah tajuk yang
lebih tinggi. Dosis kompos 240 g memberikan hasil tertinggi pada parameter
tinggi tanaman, jumlah anakan, dan bobot kering akar, sedangkan dosis kompos
320 g memberikan hasil tertinggi pada parameter jumlah daun, bobot basah tajuk,
bobot kering tajuk, bobot basah akar. Kombinasi antara pemberian FMA dan kompos
limbah rumah tangga dosis 30 g FMA + 240 g kompos menghasilkan komponen
pertumbuhan terbaik. Kualitas minyak atsiri sereh wangi terbaik dari segi
intensitas aroma dihasilkan oleh interaksi dosis 45 g FMA + 240 g kompos, hasil
distilasi volume tertinggi dari interaksi dosis 45 g FMA + 0 g kompos, dan
bobot jenis tertinggi dari interaksi dosis 15 g FMA + 320 g kompos. Seluruh
perlakuan menghasilkan warna minyak yang sesuai standar SNI, kecuali pada
interaksi dosis 15 g FMA + 160 g kompos.