Perkembangan fesyen berkelanjutan
mendorong munculnya inovasi dalam pengolahan tekstil yang memadukan nilai
budaya, estetika, dan kepedulian terhadap lingkungan. Teknik batik remukan
dan tie dye memiliki karakter visual yang unik, namun penggabungan kedua teknik
tersebut dengan pemanfaatan pewarna alam masih jarang diterapkan pada produk
fesyen modern. Perancangan ini bertujuan menciptakan inovasi motif melalui
kombinasi teknik batik cap remukan dan tie dye menggunakan pewarna alam tingi
yang diterapkan pada produk outerwear bergaya cheongsam.
Metode perancangan yang digunakan
mengacu pada metode penciptaan seni kriya S.P. Gustami yang terdiri atas tiga
tahap, yaitu eksplorasi, perancangan, dan perwujudan. Pengumpulan data
dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, riset artistik, dan
uji coba teknik. Tahap eksplorasi difokuskan pada pengembangan motif kawung
sebagai sumber inspirasi, pengkajian teknik batik cap remukan dan tie dye,
serta pemanfaatan pewarna alam tingi. Tahap perancangan dilakukan melalui
pembuatan beberapa alternatif desain motif dan outerwear, kemudian dipilih
desain terbaik untuk diwujudkan pada tahap perwujudan.
Hasil perancangan menunjukkan bahwa
kombinasi teknik batik cap remukan dan tie dye dengan pewarna alam tingi mampu
menghasilkan motif baru yang memiliki karakter visual dinamis, tekstur retak
yang khas, serta variasi warna alami yang diperoleh melalui penggunaan
fiksasi tawas dan tunjung. Motif kawung yang diolah secara kontemporer
memberikan identitas budaya yang tetap kuat namun sesuai dengan selera
generasi muda. Produk akhir berupa outerwear bergaya cheongsam yang memiliki
nilai estetis, fungsional, dan ramah lingkungan.
Temuan dalam perancangan ini menunjukkan
bahwa penggabungan teknik batik cap remukan, tie dye, dan pewarna alam tingi
dapat menjadi alternatif pengembangan desain tekstil yang inovatif serta
berpotensi mendukung pelestarian budaya dan penerapan konsep sustainable
fashion pada produk fesyen kontemporer.