Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui: (1) pengaruh jumlah mata pisau terhadap kapasitas kerja mesin
pencacah rumput, (2) pengaruh jumlah mata pisau terhadap waktu pencacahan, (3)
pengaruh jumlah mata pisau terhadap kualitas hasil cacahan, serta (4)
menentukan jumlah mata pisau yang paling optimal dalam menghasilkan efisiensi
dan efektivitas kerja mesin. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen
dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan dua variasi jumlah mata pisau
sebagai variabel bebas, yaitu 4 dan 6 mata pisau, serta efisiensi dan
efektivitas kerja mesin sebagai variabel terikat yang diukur melalui indikator
kapasitas kerja (kg/jam), waktu pencacahan (detik/kg) dan kualitas hasil
cacahan (cm). Penelitian dilaksanakan di Kampus V JPTK Universitas Sebelas
Maret dengan pengujian dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan pada masing-masing
variasi menggunakan mesin pencacah rumput bermotor bensin 5,5 HP dan putaran
2300 RPM serta bahan uji berupa rumput gajah yang telah dibuat sama dari segi
panjang rumput dan berat rumput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan
6 mata pisau memberikan kinerja yang lebih optimal dibandingkan 4 mata pisau.
Kapasitas kerja rata-rata mesin dengan 6 mata pisau sebesar 274,446 kg/jam,
lebih tinggi dibandingkan 4 mata pisau sebesar 194,698 kg/jam, dengan kapasitas
maksimum masing-masing sebesar 288,23 kg/jam dan 209,54 kg/jam. Waktu
pencacahan tercepat pada 6 mata pisau adalah 12,49 detik, sedangkan pada 4 mata
pisau sebesar 17,18 detik. Dari segi kualitas hasil cacahan, 6 mata pisau menghasilkan
rata-rata panjang cacahan sebesar 4,16 cm, lebih halus dibandingkan 4 mata
pisau sebesar 4,52 cm. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa variasi
jumlah 6 mata pisau yang paling optimal karena mampu meningkatkan kapasitas
kerja, mempercepat waktu pencacahan, serta menghasilkan kualitas cacahan yang
lebih baik.