Penelitian ini bertujuan untuk (1) menguji ada atau tidaknya pengaruh Earnings Per Share (EPS) terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022-2024, (2) menguji ada atau tidaknya pengaruh Price to Book Value (PBV) terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur di BEI periode 2022-2024, serta (3) menguji ada atau tidaknya pengaruh EPS dan PBV secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur di BEI periode 2022-2024. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2022-2024, berjumlah 70 perusahaan. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling sehingga diperoleh 46 perusahaan sebagai sampel dengan total 138 observasi. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh BEI. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda data panel menggunakan software E-Views 12, meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F dan uji koefisien determinasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh positif dan signifikan EPS terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di BEI periode 2022–2024, dengan nilai t-statistic sebesar 14,192 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 (< 0,05). (2) ada pengaruh positif dan signifikan PBV terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024, dengan nilai t-statistic sebesar 56,868 dan nilai probabilitas sebesar 0,0000 (< 0,05). (3) ada pengaruh signifikan EPS dan PBV secara simultan terhadap harga saham pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2024, dengan nilai F-statistic sebesar 1.358,614 dan nilai probabilitas sebesar 0,000000 (< 0,05). Nilai koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 99,81% menunjukkan bahwa hampir seluruh variasi harga saham dapat dijelaskan oleh EPS dan PBV bersama-sama dengan efek individual perusahaan yang tertangkap oleh Fixed Effect Model.