Kedelai (Glycine
max L.) merupakan salah satu tanaman pangan jenis kacang-kacangan yang
memiliki kandungan protein tinggi sehingga memiliki potensi yang besar di
Indonesia. Produktivitas kedelai saat ini masih belum optimal yaitu karena
masih rendahnya ketersediaan hara fosfor (P) di dalam tanah. Penggunaan
mikoriza mampu meningkatkan serapan hara pada tanah terutama pada hara fosfor,
sehingga dapat menekan penggunaan pupuk fosfor anorganik. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis mikoriza dan pupuk fosfat pada
pertumbuhan dan hasil kedelai (Glycine max L.). Penelitian dilaksanakan
pada bulan Oktober 2025 sampai dengan Januari 2026 di Laboratorium Pertanian
Universitas Sebelas Maret, Jumantono, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian
dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang diterdiri dari 2
faktor, yaitu dosis mikoriza (0, 10, 20, dan 30 g/tanaman) dan pupuk fosfat (0,
0,45, dan 0,9 g/tanaman). Analisis data yang digunakan yaitu analisis sidik
ragam ANOVA. Analisis ini digunakan untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap
peubah yang diamati. Apabila hasil menunjukkan berbeda nyata, maka dilanjutkan
dengan uji Duncan (DMRT) 5%. Penelitian menujukkan hasil bahwa kombinasi
pemberian mikoriza 30 g/tanaman dan pupuk fosfat 0,45 g/tanaman menjadi dosis
yang lebih baik untuk meningkatkan jumlah daun, luas daun, dan indeks luas daun
pada tanaman kedelai. Pemberian mikoriza 10 g/tanaman dapat meningkatkan jumlah
biji pada tanaman kedelai. Pemberian pupuk fosfat 0,45 g/tanaman dapat
meningkatkan jumlah biji pada tanaman kedelai. Pemberian pupuk fosfat 0,9 g/tanaman
dapat meningkatkan jumlah polong bernas pada tanaman kedelai.