Masa dewasa awal (18-25 tahun) merupakan fase transisi kritis yang menuntut
kejelasan konsep diri melalui proses eksplorasi identitas yang intens guna
menentukan arah hidup yang stabil. Pencapaian identitas ini tidak hanya bergantung
pada keterhubungan dengan teman sebaya sebagai dukungan sosial, tetapi juga
melibatkan strategi sosio-kognitif individu dalam mengelola informasi diri. Oleh
karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana strategi sosio-kognitif
bisa memediasi hubungan keterhubungan teman sebaya dan kejelasan konsep diri.
Responden dalam penelitian ini adalah individu dewasa awal yang berjumlah 513
(390 perempuan; Musia = 21,19; SDusia = 2,0) yang dikumpulkan melalui
convenience sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah skala
Keterhubungan Teman Sebaya (α = 0,734), Skala Kejelasan Konsep Diri (α =
0,916), dan Skala Strategi Sosio-Kognitif Identitas (α = 0,745-0,860). Analisis
mediasi dilakukan dengan bantuan PROCESS Macro Model 4 SPSS 26. Data
memenuhi asumsi normalitas residual, linearitas dan homoskedastisitas. Hasil
menunjukkan bahwa strategi sosio-kogntiif identitas (informasional, normatif, dan
komitmen) secara signifikan memediasi pengaruh keterhubungan teman sebaya
terhadap kejelasan konsep diri. Namun, gaya menunda-menghindar ditemukan
tidak berperan sebagai mediator dalam model ini. Keterhubungan teman sebaya
juga memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kejelasan konsep diri.
Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa pengaruh teman sebaya memperkuat
pemahaman diri baik secara langsung maupun melalui proses sosio-kognitif
tertentu. Komitmen identitas ditemukan sebagai jalur mediational yang paling kuat
dalam menjembatani pengaruh keterhubungan teman sebaya terhadap kejelasan
konsep diri seseorang.