Pertumbuhan eceng gondok yang tidak terkendali pada perairan dangkal
menimbulkan permasalahan operasional dalam pengelolaan waduk dan sungai,
terutama karena keterbatasan kapal pembersih existing yang kurang
efektif bermanuver pada area sempit dan berkedalaman rendah. Tugas Akhir ini
bertujuan merancang sistem pengangkut eceng gondok yang adaptif terhadap
perairan dangkal serta mengevaluasi kinerja struktural komponen kritisnya,
yaitu bilah (blade) pengangkut. Proses perancangan dilakukan menggunakan
pendekatan desain rekayasa sistematis yang mencakup identifikasi kebutuhan
pengguna, penerjemahan kebutuhan ke dalam spesifikasi teknis melalui House
of Quality, pengembangan dan seleksi konsep, serta perwujudan desain
terpilih dalam bentuk arsitektur produk dan model tiga dimensi. Sistem
dirancang dengan konfigurasi kompak, draft rendah, serta mekanisme pengangkutan
berbasis bilah berputar yang terintegrasi dengan poros penggerak untuk
mendukung efisiensi pengambilan eceng gondok di perairan dangkal.
Analisis struktural difokuskan pada bilah sebagai komponen kritis yang
menerima beban langsung dari material serta beban dinamik akibat rotasi.
Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan Finite Element Method (FEM)
dengan variasi tekanan terdistribusi, beban terpusat, dan dinamik rotasi untuk
menilai respons tegangan dan faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa
bilah berada dalam kondisi sangat aman pada pembebanan tekanan dan kondisi
rotasi, masih dalam batas yang dapat diterima pada pembebanan terpusat. Dengan
demikian, pembebanan terpusat diidentifikasi sebagai kondisi pengendali desain
yang memerlukan perhatian khusus dalam evaluasi keandalan. Secara keseluruhan,
desain sistem yang diusulkan telah memenuhi persyaratan fungsional dan
struktural pada tahap desain awal serta menunjukkan kelayakan untuk
dikembangkan lebih lanjut menuju tahap manufaktur dan validasi eksperimental.