Pertumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) yang tidak terkendali pada
Waduk Cengklik menimbulkan permasalahan operasional berupa penyempitan
jalur perairan, penurunan kualitas lingkungan, serta keterbatasan kinerja kapal
pembersih konvensional dalam menjangkau area dangkal dan sempit, sehingga
diperlukan solusi rekayasa yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang kapal pembersih eceng gondok berbasis sistem semiotomatis yang
mampu beroperasi secara efektif pada kondisi perairan tersebut, serta mengevaluasi
kinerja struktural komponen kritis berupa conveyor. Metode yang digunakan
meliputi identifikasi kebutuhan pengguna melalui pendekatan Voice of Customer,
penerjemahan kebutuhan ke dalam parameter teknis menggunakan Quality
Function Deployment, serta evaluasi dan seleksi konsep melalui metode Multi
Attribute Decision Making. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konsep terpilih
memiliki konfigurasi kompak dengan sistem kendali jarak jauh serta integrasi sub
sistem utama yang meliputi hull, blade, conveyor, trash box, ramp plate, dan
thruster, sehingga mampu mendukung proses pengambilan, pemindahan, dan
penampungan eceng gondok secara efektif dan berkesinambungan. Analisis
struktural terhadap conveyor menunjukkan bahwa komponen tersebut memiliki
kebutuhan daya yang relatif rendah serta mampu menahan beban operasional
dengan nilai tegangan dan faktor keamanan yang masih berada dalam batas yang
diizinkan. Dengan demikian, desain yang dihasilkan dinilai memenuhi aspek
fungsional, struktural, dan operasional, serta berpotensi menjadi solusi yang efektif,
efisien, dan berkelanjutan dalam pengendalian eceng gondok pada perairan
dangkal.