Pemerintah Kota Surakarta melalui perda Nomor 11 Tahun 2014 mencanangkan adanya penanggulangan kemiskinan. Yang kemudian dibentuklah Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Kota Surakarta (TKPKD) untuk melakukan percepatan penanggulangan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan 1). Mengetahui apa kebijakan yang digunakan untuk penanggulangan kemiskinan, 2). Untuk mengevaluasi kebijakan melalui mdoel CIPP. Penelitian ini menggunakan Teori Tindakan Sosial dari Marx Weber tentang tindakan rasional dan nilai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian evaluasi dengan mdoel evaluasi CIPP (context, input, process, product) dan termasuk jenis penelitian kualitatif. Dengan sampel penelitiannnya adalah masyarakat yang menerima kebijakan penanggulangan kemiskinan serta pihak yang membuat kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta. Penelitian ini memfokuskan permasalahan kemiskinan di sektor ekonomi. Hasil evaluasi konteks menunjukkan bahwa adanya kebijakan RW Modelling sebagai penanggulangan kemiskinan di Kota Surakarta. Evaluasi input menunjukkan adanya bantuan dari pemerintah untuk penerima kebijakan guna menunjang kegiatan perekonomian. Evaluasi proses menunjukkan bahwa kebijakan berjalan sesuai dengan tujuan awal yaitu menanggulangi kemiskinan dengan semakin meningkatnya aktivitas produksi dengan adanya bantuan. Evaluasi produk menunjukkan kebijakan ini telah berjalan selama 2 tahun dan partisipasi penerima begitu tinggi. Teori tindakan rasional imstrumental dilakukan TKPKD sebagai pembuat kebijakan RW Modelling dan penerima kebijakan menjalankan kebijakan tersebut dengan sadar untuk mencapai tujuan dalam menanggulangi kemiskinan. Selanjutnya, untuk tindakan rasional nilai dapat dilihat dari tindakan masyarakat yang selalu turut serta dalam pertemuan rutin kelompok dan partisipasi kedatangan dalam pelatihan yang diadakan oleh pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan. Kata Kunci: Evalusi, Kemiskinan, Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan