Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia yang diikuti oleh berbagai permasalahan biologis, psikologis, dan sosial menuntut tersedianya fasilitas hunian yang mampu mendukung kualitas hidup lansia secara menyeluruh. Namun, fasilitas pelayanan lansia yang tersedia saat ini umumnya masih berfokus pada aspek perawatan sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan lansia untuk hidup mandiri, aktif, dan tetap berinteraksi dengan lingkungan sosial. Perancangan Panti Jompo di Kota Salatiga ini bertujuan menghadirkan lingkungan hunian yang mampu memenuhi kebutuhan biologis, psikologis, dan sosial lansia, khususnya bagi lansia yang tinggal sendiri, sehingga mereka dapat menjalani masa senja dengan aman, nyaman, sehat, dan berkualitas. Perancangan dilakukan melalui pengolahan tata ruang, sirkulasi, bentuk bangunan, elemen interior, lanskap, serta aspek kenyamanan lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lansia sehingga mampu mendukung kemandirian, keamanan, kemudahan orientasi ruang, serta interaksi sosial penghuni. Hasil perancangan berupa kawasan panti jompo yang mengintegrasikan fungsi hunian, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, rekreasi, serta ruang komunal dalam satu kesatuan lingkungan yang mendukung aktivitas sehari-hari lansia. Dengan demikian, Panti Jompo di Kota Salatiga diharapkan menjadi lingkungan hunian yang mampu meningkatkan kualitas hidup lansia melalui desain yang responsif terhadap kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial pada masa lanjut usia.