Latar
Belakang: Fraktur femur merupakan salah satu cedera ortopedi
mayor yang sering memerlukan tindakan fiksasi internal untuk mencapai
stabilitas tulang dan mempercepat proses penyembuhan. Keberhasilan penyembuhan
tulang dinilai melalui terjadinya union, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor
biologis, mekanik, dan metabolik seperti usia, jenis kelamin, jenis tindakan
operasi, konfigurasi fraktur, serta kondisi metabolik pasien. Namun, hubungan
faktor-faktor tersebut terhadap keberhasilan union masih menunjukkan hasil yang
bervariasi pada berbagai penelitian, sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut
pada populasi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang mempengaruhi union rate pada pasien fraktur femur tertutup pasca
fiksasi internal.Metode:
Penelitian observasional analitik dengan desain retrospektif dilakukan
menggunakan data rekam medis pasien fraktur femur tertutup yang menjalani
fiksasi internal selama periode 1 Januari–31 Desember 2024 dengan evaluasi
minimal 6 bulan pasca operasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total
sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, dengan total 35 subjek. Variabel
independen meliputi usia, jenis kelamin, jenis tindakan operasi, konfigurasi
fraktur, dan kadar gula darah sewaktu (GDS), sedangkan variabel dependen adalah
union rate. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher dan regresi logistik
biner.Hasil:
Analisis regresi logistik menunjukkan bahwa seluruh variabel independen tidak
memiliki hubungan yang bermakna secara statistik terhadap union rate, yaitu
usia (p=0,596), jenis kelamin (p=0,924), jenis tindakan operasi (p=0,318),
konfigurasi fraktur (p=0,505), serta kadar GDS (p=0,960). Hasil ini menunjukkan
bahwa tidak terdapat faktor yang secara signifikan memprediksi keberhasilan
penyembuhan tulang pada populasi penelitian.
Simpulan:
Tidak ditemukan hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, jenis tindakan
operasi, konfigurasi fraktur, maupun kadar gula darah sewaktu terhadap union
rate pada pasien fraktur femur tertutup pasca fiksasi internal. Temuan ini
kemungkinan dipengaruhi oleh keterbatasan ukuran sampel serta ketidaklengkapan
data rekam medis pada desain penelitian retrospektif.