Latar Belakang : Industri pembangkitan listrik merupakan salah satu industri dengan potensi bahaya yang tinggi. Melaporkan unsafe action yang dilakukan pekerja lain merupakan salah satu contoh perilaku aman keterlibatan pekerja dalam menghindari insiden dan kecelakaan. Tetapi, dalam praktiknya tidak terdapat pelaporan yang masuk untuk kejadian unsafe action dan fakta lapangan terdapat pekerja yang melakukan unsafe action. Dengan itu tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sikap pekerja, norma kelompok, dan tekanan kerja terhadap tingkat keinginan pekerja untuk melaporkan kejadian unsafe action pada aplikasi nearmiss di PT Indonesia Power UJP JPR Metode : Jenis penelitian ini adalah observational analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian kuantitatif ini adalah 362 orang dan setelah proses inklusi eksklusi serta sampel minimal random sampling didapat 69 sampel. Penelitian ini menggunakan modifikasi kuesioner NOSACQ-50 untuk mengukur iklim keselamatan kerja. Teknis analisis data yang digunakan adalah somers’d dan regresi logistik multinomial Hasil : Berdasarkan hasil uji korelasi, semua variabel bebas memiliki hasil yang signifikan dan variabel bebas yang memiliki hasil paling signifikan adalah norma kelompok dengan p value=0,000003. Hubungan yang paling kuat adalah hubungan antara norma kelompok dengan niat melapor r=0,546 (sedang), sedangkan hasil analisis multivariat, norma kelompok merupakan yang paling berpengaruh dengan nilai OR=16,657. Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pekerja dengan niat melapor, norma kelompok dengan niat melapor dan tekanan kerja dengan niat melapor di PT Indonesia Power UJP JPR. Kata Kunci : Unsafe Action, Niat Melapor, Sikap Pekerja, Norma Kelompok, Tekanan Kerja