Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
merupakan penyakit virus menular pada ternak ruminansia, termasuk kambing, dan
menjadi ancaman serius bagi sektor peternakan di wilayah dengan populasi tinggi
seperti Solo Raya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian,
persebaran, gejala klinis, rute penularan, morbiditas, mortalitas, tingkat
kesembuhan, pengendalian, serta asosiasi PMK pada kambing di wilayah Solo Raya.
Metode penelitian menggunakan survei dengan pendekatan noneksperimental melalui
wawancara menggunakan kuesioner terhadap 49 peternak dengan total 235 ekor
kambing sebagai sampel. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan uji Chi-Square
untuk mengetahui hubungan faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat
878 kasus PMK pada kambing selama periode 2022–2025 dengan puncak kejadian pada
tahun 2022 sebanyak 712 kasus di Kabupaten Karanganyar (417 ekor) dan Sragen
(213 ekor). Jumlah kasus menurun pada tahun 2023–2024, tetapi masih ditemukan
105 kasus pada tahun 2025. Penularan terjadi melalui kontak langsung ternak
baru (30,8%), tidak langsung melalui udara (30,8%) dan peternak (38,4%). Gejala
klinis yang dominan tergolong ringan hingga sedang, meliputi demam, pincang,
penurunan nafsu makan, dan hipersalivasi. Tingkat morbiditas pada tahun 2025
sebesar (3,9%), sedangkan mortalitas (0%). Upaya pengendalian meliputi biosecurity
dan pengobatan. Hasil analisis faktor risiko menunjukkan bahwa jenis ternak,
jenis kelamin, bangsa, umur, biosecurity, dan vaksinasi berhubungan
signifikan (p<0,05) dengan kejadian PMK. Kesimpulan penelitian ini
menunjukkan bahwa kejadian PMK tertinggi terjadi pada tahun 2022 dan menurun
pada tahun berikutnya, namun masih berpotensi muncul kembali. Pencegahan
melalui biosecurity dan vaksinasi menjadi langkah utama dalam menekan
penyebaran PMK secara berkelanjutan.
Kata kunci: PMK, kambing, kejadian penyakit, Solo
Raya, faktor risiko