Dinda Catur Ariyani. H0422030. “PERAN PENYULUH PERTANIAN
LAPANG (PPL) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PETANI
PADA DETEKSI DINI PENYAKIT PATOGEN PADA TEMBAKAU DI
KECAMATAN SULANG KABUPATEN REMBANG.” Di bawah bimbingan
Dr. Ir. Sugihardjo, M.S. dan Dr. Ir. Diwi Acita Irawati, M.P.,IPU.,ASEAN Eng.
Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tembakau merupakan
salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi penting bagi
masyarakat di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang. Namun, usahatani
tembakau masih menghadapi kendala berupa serangan penyakit patogen yang dapat
menurunkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Oleh karena itu, kemampuan
petani dalam melakukan deteksi dini penyakit tanaman sangat diperlukan. Dalam
hal ini, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) memiliki peran penting dalam
memberikan penyuluhan, pendampingan, dan informasi kepada petani terkait
pengendalian penyakit tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kemampuan petani tembakau dalam mendeteksi dini penyakit patogen, mengetahui
peran Penyuluh Pertanian Lapang (PPL), serta menganalisis hubungan antara peran
penyuluh pertanian dengan kemampuan petani dalam mendeteksi dini penyakit
patogen pada tanaman tembakau di Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei.
Penelitian dilakukan secara purposive di Kecamatan Sulang. Jumlah sampel
sebanyak 81 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi
423 petani tembakau. Data diperoleh melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi
Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan petani dalam
mendeteksi dini penyakit patogen termasuk kategori cukup baik. Peran Penyuluh
Pertanian Lapang (PPL) juga berada pada kategori cukup baik dengan median skor
rata-rata sebesar 3 dari skala 5. Penyuluh menjalankan perannya sebagai fasilitator,
inovator, motivator, dinamisator, dan edukator dalam kegiatan penyuluhan kepada
petani. Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa seluruh
indikator peran penyuluh memiliki hubungan positif dan signifikan dengan
kemampuan petani dalam mendeteksi dini penyakit patogen pada tanaman
tembakau. Variabel edukator memiliki hubungan paling kuat dengan nilai rₛ = 0,669
dan t hitung 7,93, sedangkan fasilitator, inovator, motivator, dan dinamisator juga
menunjukkan hubungan signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa peran aktif
penyuluh pertanian berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan petani dalam
mengenali dan mengendalikan penyakit tanaman tembakau di Kecamatan Sulang.