Perubahan iklim menimbulkan tantangan signifikan terhadap keberlanjutan
sektor pertanian, sehingga petani dituntut untuk beradaptasi guna mengurangi risiko
produksi dan menjaga keberlanjutan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat motivasi adaptasi petani serta faktor-faktor yang
memengaruhi motivasi adaptasi petani terhadap perubahan iklim di Kecamatan
Borobudur, Kabupaten Magelang. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei terhadap 87 petani yang dipilih menggunakan
proporsional random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier
berganda dengan variabel independen meliputi pengalaman bertani, luas lahan
usahatani, pendapatan, jumlah tanggungan keluarga, dan lingkungan sosial. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi adaptasi petani tergolong tinggi, yaitu
sebesar 78,2%. Motivasi tinggi terlihat pada penggunaan varietas tahan iklim dan
penyesuaian waktu tanam. Kebutuhan fisiologis menjadi faktor motivasi paling
dominan, yang menunjukkan bahwa adaptasi petani terutama didorong oleh upaya
mempertahankan pendapatan dan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.
Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap
motivasi adaptasi petani. Namun secara parsial, faktor yang mempengaruhi
motivasi adaptasi petani adalah pendapatan, tanggungan keluarga, dan lingkungan
sosial, sedangkan pengalaman bertani dan luas lahan usahatani tidak menunjukkan
pengaruh yang signifikan terhadap motivasi adaptasi petani. Model penelitian ini
memiliki nilai koefisien determinasi (Adjusted R2) sebesar 66,3%, yang
menunjukkan bahwa variabel-variabel yang diteliti mampu menjelaskan sebagian
besar variasi motivasi adaptasi petani. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan
kapasitas ekonomi dan penguatan lingkungan sosial merupakan faktor utama dalam
mendorong motivasi adaptasi petani terhadap perubahan iklim.