Siti Solihah. K4422071. Pembimbing: Prof. Dr. Djono, M.Pd. FENOMENA RUSH TERHADAP PERBANKAN PADA MASA KRISIS MONETER DI INDONESIA TAHUN 1997-1998. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2026, Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui latar belakang terjadinya Rush di Indonesia Tahun 1997-1998, 2) Mengetahui proses fenomena Rush di Indonesia tahun 1997-1998, 3) Mengetahui kebijakan pemerintah Indonesia terhadap Rush tahun 1997-1998. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode historis yang memiliki empat tahapan yaitu heuristic, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan sumber primer berupa arsip surat kabar dan dokumen resmi serta sumber sekunder yang berupa jurnal, buku dan laporan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi dokumen dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis sejarah dengan pendekatan sosial ekonomi. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Latar belakang terjadinya rush yaitu karena hutang luar negeri swasta yang terus membengkak dan terjadinya penularan karena krisis Baht di Thailand. Menjelang tahun 1997, banyak pemberitaan yang menyoroti jatuh tempo hutang swasta tahun 1998 dan menyebabkan masyarakat mengalami kepanikan masyarakat dan terjadi rush, 2) Pemerintah meminta bantuan kepada IMF guna menstabilkan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang bergejolak. Salah satu program IMF yaitu penutupan 16 bank yang menyebabkan kepercayaan masyarakat menurun sehingga terjadi rush pada Bank Danamon, BCA, Lippo Bank, BII, Bank Mestika, BDNI dan Bank Bali. Rush juga terjadi ketika pemerintah mengumumkan 7 bank dalam pengawasan. Bank yang mengalami rush antara lain Danamon, BDNI, Bank Exim dan BUN, 3) Kebijakan pemerintah dalam mengatasi rush yaitu dengan mengetatkan likuiditas dengan cara menaikkan suku bunga, memberi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) serta memberikan jaminan kepada nasabah atau disebut Blanket Guarantee