Home-Based Enterprises (HBE) merupakan bentuk usaha rumahan yang berkembang sebagai adaptasi masyarakat terhadap keterbatasan modal dan lapangan kerja formal. Di Kampung Batik Kauman, Surakarta, keberadaan HBE industri batik rumahan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan tekanan terhadap kualitas lingkungan permukiman, terutama melalui limbah produksi, penggunaan ruang hunian, dan tata ruang kawasan yang padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik HBE di Kampung Batik Kauman serta menganalisis pengaruhnya terhadap kualitas lingkungan permukiman pada aspek kualitas udara, kualitas air, sanitasi, dan kenyamanan lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner, dengan responden ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dan perhitungan jumlah sampel berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi logistik ordinal untuk menguji pengaruh karakteristik HBE terhadap masing-masing aspek kualitas lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik utama HBE di Kampung Batik Kauman adalah menyatunya fungsi hunian dan fungsi produksi batik. Kualitas lingkungan permukiman secara umum masih dapat mendukung fungsi hunian, namun rentan mengalami tekanan pada aspek yang berkaitan langsung dengan aktivitas produksi. Pengaruh HBE terhadap lingkungan bersifat selektif dimana didapatkan bahwa jenis limbah berpengaruh signifikan terhadap kualitas udara dan kenyamanan lingkungan, sedangkan skala produksi dan penggunaan ruang rumah berpengaruh terhadap sanitasi, sementara kualitas air belum terbukti dipengaruhi secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa permasalahan utama bukan pada keberadaan HBE itu sendiri, melainkan pada cara aktivitas produksi dijalankan dan limbah dikelola, sehingga diperlukan pengelolaan limbah, penataan ruang produksi, dan perbaikan sanitasi agar aktivitas ekonomi batik tetap berjalan tanpa menurunkan kualitas lingkungan permukiman.