Penulis Utama : Puteri Azka Shiva Ramadhani
NIM / NIP : I0622060

Kampung Wisata Batik Kauman dan Kampoeng Batik Laweyan merupakan dua kampung wisata di Kota Surakarta yang sama-sama mengusung batik sebagai daya tarik utama, namun tumbuh dari akar sejarah dan dinamika sosial yang berbeda sehingga berpotensi membentuk pola keterlibatan masyarakat yang tidak seragam. Perbedaan ini memungkinkan adanya perbedaan karakteristik penerapan Community-Based Tourism (CBT) pada kedua kawasan, baik dari sisi kelembagaan, kesiapan fisik kawasan, maupun manfaat ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan membandingkan karakteristik penerapan CBT pada kedua kampung wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen skala Likert kepada 105 responden pelaku CBT, yang diukur melalui lima aspek yaitu Atraksi, Fasilitas Penunjang, Aksesibilitas, Dukungan Kebijakan dan Kelembagaan, serta Manfaat Ekonomi. Analisis dilakukan menggunakan Hierarchical Cluster Analysis dan K-Means Cluster Analysis untuk mengidentifikasi kelompok karakteristik CBT, dilanjutkan dengan analisis distribusi frekuensi untuk meninjau persebaran serta dominasi klaster pada masing-masing kampung. Hasil penelitian menunjukkan tiga kecenderungan penerapan CBT, yaitu Klaster 1 (CBT Berbasis Kelembagaan Pendukung Ekonomi dan Atraksi), Klaster 2 (CBT Berbasis Fisik Kawasan Pendukung Atraksi), dan Klaster 3 (CBT Berbasis Dependent Ekonomi yang Memanfaatkan Fasilitas Kawasan). Kampung Wisata Batik Kauman didominasi oleh Klaster 1 (50%) yang mencerminkan kuatnya peran kelembagaan dalam pengelolaan kawasan, sementara Kampoeng Batik Laweyan didominasi oleh Klaster 3 (44,4%) yang mencerminkan aktivitas ekonomi yang berkembang lebih dominan dibanding kesiapan kelembagaannya. Perbedaan proporsi klaster ini menunjukkan bahwa pola CBT terbentuk dari cara keterlibatan masyarakat yang berbeda, bukan untuk menyatakan mana kampung yang lebih berhasil menerapkan konsep CBT. Temuan ini juga menegaskan bahwa status sebagai kampung wisata belum tentu diikuti oleh kesiapan yang merata pada seluruh aspek CBT. Penelitian ini merekomendasikan agar program pengembangan kampung wisata oleh pemerintah maupun kelembagaan lokal diarahkan sesuai dengan karakteristik khusus masing-masing kawasan, termasuk mempertimbangkan pola sebaran spasial klaster di tiap kawasan, sehingga intervensi kebijakan yang diberikan dapat lebih tepat sasaran.  

×
Penulis Utama : Puteri Azka Shiva Ramadhani
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0622060
Tahun : 2026
Judul : Karakteristik Penerapan Community-Based Tourism (CBT) pada Kampung Wisata di Kota Surakarta : Studi Kasus Kampung Wisata Batik Kauman dan Kampoeng Batik Laweyan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2026
Program Studi : S-1 Perencanaan Wilayah dan Kota
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Community-Based Tourism, kampung wisata batik, analisis klaster
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Ir. Winny Astuti, M.Sc., Ph.D.
Penguji : 1. Dr. Ir. Nur Miladan S.T., M.T., IPU.
2. Rama Permana Putra, S.T., M.Sc., M.PWK
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.