Tugas akhir ini berfokus pada
perancangan dan analisis teknis komponen kritis berupa shaft roller pada
mesin pelet limbah organik skala rumah tangga. Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh tingginya volume sampah organik nasional yang mencapai 40,76%, namun belum
terkelola secara optimal. Masalah utama yang dikaji adalah kebutuhan akan
teknologi tepat guna yang mampu mengintegrasikan proses pengeringan termal dan
peletisasi mekanis untuk penggunaan komunitas atau rumah tangga. Metodologi perancangan menggunakan pendekatan Quality Function Deployment (QFD)
melalui matriks House of Quality (HoQ) untuk memastikan spesifikasi
teknis mesin selaras dengan kebutuhan pengguna.Sebagai komponen kritis
pemindah daya, shaft roller memerlukan analisis mendalam guna menjamin
keandalan strukturalnya. Evaluasi kekuatan struktur mencakup analisis statis Von
Mises dan lelah Modified Goodman akibat zero-based loading,
yang diselesaikan secara analitik teoritis dan divalidasi lewat simulasi Metode
Elemen Hingga. Analisis awal shaft diameter 22 mm bermaterial baja S45C
menghasilkan Factor of Safety (FoS) statis 6,922 (analitik) dan 6,9924
(numerik). Sedangkan, FoS fatigue 3,038 (analitik) dan 3,486 (numerik).
Nilai awal yang tinggi ini mengindikasikan overdesign, sehingga optimasi
berat dilakukan demi efisiensi material. Batas aman minimum optimasi mengacu
pada rekomendasi FoS material ductile, yaitu rentang 2 hingga 2,5 untuk
beban statis dan 1 hingga 6 untuk beban siklik. Optimasi dijalankan secara
iteratif dengan mereduksi diameter shaft setiap 2 mm, yang menurunkan
nilai FoS, namun memangkas massa komponen. Berdasarkan kurva trade-off
reduksi massa dan batas lelah akibat konsentrasi tegangan lubang baut 6 mm,
ditetapkan diameter optimal sebesar 14 mm. Pada kondisi final ini, shaft
menghasilkan tegangan equivalent maksimum 145,51 MPa (FoS statis 2,3573)
serta tegangan alternating maksimum 146,35 MPa (FoS fatigue
1,2241), yang terbukti memenuhi batas aman rekomendasi dan dinyatakan valid.
Tahap desain rinci
diimplementasikan untuk memfinalisasi arsitektur produk menjadi cetak biru
manufaktur berkapasitas target 15 kg/jam. Pemilihan material final menggunakan
baja AISI 1045 (S45C) untuk shaft kritis, Aluminium 6061-T6 dan
Aluminium 5052 untuk komponen struktural tabung dan rangka. Spesifikasi
geometris diperketat menggunakan standardisasi suaian presisi ISO. Evaluasi Design
for Manufacture and Assembly (DFMA) berhasil menyederhanakan perakitan
dengan menghasilkan struktur Bill of Materials (BOM) total item komponen
unik (46 kustom dan 32 standar). Hasil akhir dari perancangan ini diwujudkan ke
dalam purwarupa fisik fungsional yang membuktikan keberhasilan integrasi sistem
mekanis vertikal dan kelayakan manufaktur alat dengan fasilitas bengkel
konvensional.