Kasus KBGO terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Kekerasan ini
menimbulkan dampak negatif yang dapat menghambat fungsi psikologis dan
berpotensi menghambat tercapainya psychological well-being. Resiliensi
dan dukungan sosial merupakan faktor yang berperan penting dalam membantu penyintas mencapai kondisi psychological
well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara
resiliensi dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada penyintas KBGO usia dewasa
awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik nonrandom purposive sampling. Partisipan
penelitian berjumlah 120 penyintas KBGO berusia 18-25 tahun yang berdomisili di Jawa Timur. Skala yang digunakan mencakup Skala
Kesejahteraan Psikologis (α=0,811), Skala Resiliensi Connor-Davidson (α=0,928)
dan Skala Multidimensi Persepsi Dukungan Sosial (α=0,856). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear
berganda dengan bantuan SPSS versi
26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
resiliensi dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada penyintas KBGO usia dewasa awal (F=110,200, p<0,001). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan
antara resiliensi dengan psychological well-being (t=10,611, p<0,001) serta antara dukungan sosial dengan psychological
well-being (t=2,606, p<0,05). Lebih lanjut, resiliensi dan dukungan sosial secara bersama-sama menjelaskan variansi psychological-well-being
sebesar 64,7%,
sedangkan 35,3% sisanya
dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian. Oleh
karena itu, dapat
disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial
dengan psychological well-being pada penyintas kekerasan berbasis gender
online.