Kasus kekerasan seksual yang terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta
cukup tinggi. Kekerasan seksual yang dialami akan berdampak secara psikologis dan
dapat berpengaruh pada tingkat kesejahteraan subjektif korban. Dalam
meningkatkan kesejahteraan subjektif diperlukan dukungan sosial dari lingkungan
sekitarnya dengan menggunakan harga diri sebagai variabel moderator. Penelitian
ini bertujuan untuk menguji peran harga diri sebagai variabel moderator
pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada dewasa awal
korban kekerasan seksual di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini terdapat 113 responden dewasa awal dengan rentang usia
18-40 tahun, pernah mengalami kekerasan seksual dengan rentang waktu lebih dari
atau sama dengan satu tahun, dan berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Teknik yang digunakan adalah dengan metode purposive sampling dengan
kuesioner yang disebarkan secara online. Alat ukur yang digunakan adalah Satisfaction
With Life Scale, Positive Affect and Negative Affect Schedule, The Social
Provisions Scale, dan Rosenberg Self-Esteem Scale yang sudah
diadaptasi dalam bahasa Indonesia. Hasil Moderated Regression
Analysis mendapatkan hasil dukungan sosial memiliki signifikansi 0,001 dan
variabel interaksi memiliki nilai signifikan 0,129. Hal itu menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif karena
signifikansi kurang dari 0,05. Akan tetapi, harga diri tidak berperan sebagai
moderator pengaruh dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada dewasa
awal korban kekerasan seksual di Daerah Istimewa Yogyakarta karena memiliki
signifikansi lebih dari 0,05. Semakin tinggi dukungan sosial yang dimiliki,
akan semakin tinggi kesejahteraan subjektif yang dimiliki. Tanpa adanya harga
diri sebagai variabel moderator, dukungan sosial tetap berpengaruh terhadap
kesejahteraan subjektif.