Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis nilai publik (public value) dari inovasi
pelayanan administrasi kependudukan berbasis aplikasi Telunjuk Sakti di
Kabupaten Wonogiri. Aplikasi ini diluncurkan oleh Dinas Kependudukan dan
Pencatatan Sipil Kabupaten Wonogiri pada tahun 2019 sebagai upaya meningkatkan
efisiensi dan aksesibilitas layanan administrasi kependudukan. Namun, dalam
penerapannya masih terdapat hambatan berupa rendahnya minat masyarakat, kendala
teknis aplikasi, serta ulasan negatif dari pengguna. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan naratif dan mengacu pada teori Public Value
Mark Moore (1995) yang meliputi tiga dimensi, yaitu legitimasi dan dukungan,
kapasitas operasional, serta value. Data diperoleh melalui wawancara mendalam,
observasi, dan dokumentasi dengan informan dari Disdukcapil sebagai penyedia
layanan dan masyarakat sebagai pengguna aplikasi. Validitas data diuji melalui
triangulasi sumber dan dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles
dan Huberman.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa inovasi Telunjuk Sakti telah menciptakan nilai
publik. Pada dimensi legitimasi dan dukungan, inovasi ini memiliki dasar
regulasi berupa SK Bupati No. 91 Tahun 2019 dan telah memperoleh penghargaan,
tetapi penerimaan masyarakat masih beragam akibat kendala teknis, keterbatasan
pemahaman alur layanan, dan kekhawatiran terhadap keamanan data. Pada dimensi
kapasitas operasional, Disdukcapil Wonogiri siap dengan dukungan sumber daya
manusia yang melek teknologi, infrastruktur server dan jaringan yang memadai,
serta perangkat layanan di tingkat desa. Pada dimensi value, manfaat dirasakan
masyarakat melalui penghematan biaya dan waktu, kemudahan akses informasi,
kenyamanan layanan, komunikasi dua arah, dan meningkatnya transparansi
pelayanan. Namun, masyarakat di wilayah pedesaan dan kelompok usia tertentu
masih menghadapi keterbatasan dalam memanfaatkan layanan mandiri karena
kepemilikan perangkat digital dan kemampuan teknologi yang terbatas.