Menjamurnya platform media sosial telah mengubah lanskap penyebaran informasi, khususnya di zona konflik dimana narasi dan persepsi memainkan peran penting. Penelitian ini menyelidiki pemanfaatan TikTok, yaitu platform berbagi video yang berkembang pesat, dimanfaatkan sebagai alat perang informasi terkhusus terkait dengan propaganda dalam konteks konflik Rusia-Ukraina oleh media internasional. Melalui kombinasi analisis kualitatif dan pemeriksaan konten, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran TikTok dalam menyebarkan propaganda, membentuk opini publik, dan mempengaruhi persepsi terkait ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.Penelitian ini menggunakan pendekatan multi-segi yang meneliti berbagai aspek seperti konten buatan pengguna, mekanisme algoritma, dan keterlibatan aktor negara dan non-negara dalam menyebarkan narasi. Dengan memanfaatkan kerangka teoritis studi media dan analisis konflik, penelitian ini berupaya menjelaskan cara TikTok berfungsi sebagai medan pertempuran dan sarana komunikasi strategis dalam perang informasi seperti propaganda. Dengan menganalisis studi kasus dan data empiris, penelitian ini bertujuan untuk berkontribusi pada pemahaman yang lebih mendalam tentang titik temu antara platform media sosial dengan strategi perang informasi khususnya propaganda, dan konflik geopolitik. Menggunakan teori propaganda sebagai dasar pandangan dalam mengkaji permasalahan dan juga metode penelitian secara kualitatif menggunakan referensi penelitian dari data-data penelitian yang sudah ada.Pada akhirnya, studi ini menggarisbawahi pentingnya bagi para pembuat kebijakan, peneliti, dan pengembang platform untuk menilai secara kritis dampak TikTok dan platform serupa terhadap ekosistem informasi, dengan perhatian khusus pada peran mereka dalam membentuk persepsi dan narasi di zona konflik seperti krisis Rusia-Ukraina dengan penyebaran propaganda. Temuan-temuan ini memberikan wawasan mengenai sifat perang informasi yang terus berkembang dan untuk mengatasi tantangan-tantangannya di era digital.